Ali Murti juga mengklarifikasi isu yang beredar luas di media sosial terkait penyebab hilangnya balita tersebut. Ia menegaskan kabar yang menyebutkan korban hanyut di sungai adalah informasi yang keliru.
“Kami meluruskan informasi di media sosial yang menyebutkan korban hanyut. Itu tidak benar karena di dekat rumah korban tidak ada sungai. Sungai terdekat berada di jorong yang berbeda, tidak mungkin anak sekecil itu berjalan sejauh itu,” tegas Ali.
Lebih lanjut, Ali mengungkapkan adanya dugaan mistis dari warga setempat terkait kecepatan hilangnya korban. Lokasi geografis kampung yang berbatasan langsung dengan area vegetasi lebat memicu berbagai spekulasi.
“Diduga korban dibawa oleh makhluk halus karena dalam waktu sepuluh menit saja ia sudah hilang tanpa jejak. Logikanya, anak seusia itu belum bisa berjalan terlalu jauh dalam waktu singkat,” jelasnya.
Ali mengatakan, proses pencarian kini diperluas dengan melibatkan banyak masyarakat, Tim SAR, dan aparat kepolisian. Radius pencarian difokuskan pada area perkebunan dan hutan yang berada di sekitar pemukiman warga.
“Saat ini warga Nagari Koto Nopan bersama warga Nagari Koto Rajo, yang merupakan kampung asal ayah Haikal, bahu-membahu melakukan pencarian. Tim SAR dan pihak kepolisian juga sudah turun ke lokasi,” jelas Ali.
Hingga berita ini diturunkan pada Minggu sore, tim gabungan beserta ratusan warga masih menyisir area hutan di sekitar kampung.
















