Fluktuasi tersebut menunjukkan persoalan kualitas udara di Padang tidak bisa dipandang sebagai gangguan sesaat. Meski indeks diperkirakan sempat membaik, potensi kembali meningkatnya polusi udara masih terbuka.
Situasi ini menjadi perhatian karena paparan partikulat halus PM2.5 tidak selalu terlihat secara kasatmata. Partikel tersebut berukuran sangat kecil dan dapat terbawa masuk ke dalam sistem pernapasan. WHO sendiri menempatkan pengendalian polusi partikulat sebagai salah satu isu penting kesehatan lingkungan.
Dengan kondisi AQI yang telah memasuki kategori tidak sehat, masyarakat Padang diimbau lebih berhati-hati, terutama ketika harus beraktivitas di luar ruangan. Penggunaan masker yang mampu menyaring partikel halus, membatasi aktivitas fisik berat di luar rumah serta menjaga sirkulasi udara dalam ruangan menjadi langkah yang patut dipertimbangkan selama kualitas udara belum membaik.
Yang patut menjadi perhatian, persoalan udara Padang kini bukan lagi sekadar kabut yang mengganggu pandangan. Angka-angka pemantauan menunjukkan ada polutan partikulat dalam konsentrasi tinggi yang sedang dihirup masyarakat. Ketika AQI telah mencapai 180, kualitas udara tidak lagi bisa dianggap sebagai persoalan biasa.
















