Kabarminang – Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatra Barat (Sumbar) XVI tahun 2026 akan digelar dengan format berbeda dari penyelenggaraan sebelumnya. Akibat keterbatasan anggaran, pertandingan 54 cabang olahraga akan disebar ke 12 kota dan kabupaten yang bertindak sebagai tuan rumah bersama atau joint host.
Ketua Panitia Pelaksana Porprov Sumbar 2026, Septri, mengatakan kebijakan tersebut diambil sebagai solusi atas pemotongan anggaran yang cukup drastis. Meski lahir dari kondisi keterbatasan, ia menilai format tersebut justru menjadi sejarah baru karena melibatkan jumlah daerah penyelenggara terbanyak.
“Kami harus realistis dengan kondisi keuangan. Format joint host di 12 daerah ini adalah langkah strategis sekaligus mencetak sejarah baru dengan keterlibatan wilayah terbanyak di Indonesia,” ujar Septri kepada Sumbarkita, Rabu (17/6/2026).
Septri yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Umum II KONI Sumbar menjelaskan, pembagian lokasi pertandingan dilakukan berdasarkan kesiapan sarana dan prasarana olahraga yang dimiliki masing-masing daerah.
Salah satu daerah yang mencuri perhatian adalah Kabupaten Kepulauan Mentawai. Untuk pertama kalinya, Mentawai dipercaya menjadi tuan rumah lima cabang olahraga dalam ajang Porprov.
“Masuknya Mentawai sebagai tuan rumah lima cabor membuktikan bahwa keterbatasan anggaran bukan halangan untuk melakukan pemerataan olahraga,” katanya.
Menurut Septri, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai juga telah menyatakan komitmennya untuk mendukung kelancaran pelaksanaan pertandingan. Salah satunya dengan menyediakan fasilitas transportasi gratis menggunakan kapal feri dari Pelabuhan Bungus bagi atlet dan ofisial.
Kebijakan penyebaran lokasi pertandingan tidak lepas dari penyusutan anggaran yang dialami panitia. Pada Porprov 2026, panitia hanya memperoleh alokasi dana sebesar Rp12 miliar dari APBD.
Jumlah tersebut jauh lebih rendah dibandingkan Porprov 2018 di Kabupaten Padang Pariaman yang menghabiskan anggaran sekitar Rp46 miliar.
“Anggaran Porprov tahun ini menyusut tajam menjadi Rp12 miliar dari yang sebelumnya Rp46 miliar pada 2018. Solusinya, kami memaksimalkan fasilitas milik pemerintah daerah yang sudah ada agar bebas dari biaya sewa tempat,” tuturnya.
Untuk menutupi kebutuhan operasional, panitia saat ini juga menjajaki kerja sama dengan berbagai pihak swasta guna memperoleh dukungan sponsor.
Selain itu, KONI Sumbar telah melakukan rasionalisasi anggaran untuk setiap cabang olahraga melalui pembahasan bersama pengurus provinsi cabang olahraga agar penggunaan dana lebih efisien.
“Kami telah mengkaji kebutuhan riil bersama seluruh Pengprov cabor. Semua pihak sudah sepakat dan menandatangani pakta integritas terkait bantuan dana minimalis dari KONI,” ujarnya.
Porprov Sumbar XVI sendiri dipastikan berlangsung pada 2 hingga 14 Oktober 2026 setelah sempat vakum selama delapan tahun. Ajang olahraga terbesar di tingkat provinsi itu terakhir kali digelar di Kabupaten Padang Pariaman pada 2018.
Septri mengatakan vakumnya Porprov dalam beberapa tahun terakhir dipengaruhi pandemi Covid-19, keterbatasan pendanaan daerah, hingga dinamika internal organisasi olahraga.
“Event ini sempat mandek cukup lama karena hantaman pandemi Covid-19 yang menghentikan semua aktivitas publik,” katanya.
Ia berharap pelaksanaan Porprov 2026 dapat menjadi momentum kebangkitan pembinaan atlet dan meningkatkan kembali prestasi olahraga Sumbar di tingkat nasional.
















