“Kami menyarankan agar bebas biaya penyimpanan diperpanjang menjadi 15 hari. Kerusakan alat Pelindo membuat penumpukan lama di pelabuhan, dan sangat tidak adil jika anggota kami dibebankan biaya tambahan akibat kendala yang bukan berasal dari kami,” tuturnya.
Selain itu, kata Rifdial, ALFI menolak Peraturan BPS Nomor 7 Tahun 2025, yang mengubah kode KBLI Jasa Pengurusan Transportasi (JPT) dari 52291 menjadi 52311. Pihaknya menilai perubahan itu tumpang tindih dengan peraturan lain dan sangat merugikan perusahaan anggota ALFI.
Dalam dua tahun terakhir, kata Rifdial, pengusaha logistik terus dihantam regulasi yang tidak pro-anggota, dari pembatasan kepemilikan armada hingga perubahan kode usaha itu. Ia menyebut bahwa ALFI Sumbar telah menyuarakan keberatan itu ke tingkat pusat agar segera dilakukan revisi secara nasional.
“Hambatan arus logistik di Sumatera Barat akan berdampak langsung pada perekonomian daerah. Biaya tinggi ini otomatis akan dibebankan kepada penerima barang, yang akhirnya memicu inflasi dan ketidakpuasan konsumen,” ucapnya.
Rifdial menegaskan bahwa kombinasi kerusakan alat bongkar muat dan regulasi tersebut menimbulkan kerugian yang signifikan bagi perusahaan-perusahaan anggota ALFI di Sumatera Barat.
Rifdial menambahkan bahwa desakan dan penolakan itu merupakan hasil rapat anggota yang melibatkan lintas asosiasi, termasuk Wakil Ketua Asosiasi Perusahaan Bongkar Muat Indonesia (APBMI) Sumbar, Syafrizal, dan Ketua Indonesia National Shipowners Association (INSA) Sumbar, Dodi Andrius.
Manager Area Teluk Bayur PT IPC Terminal Petikemas, Erika Sudarto, mengakui bahwa alat bongkar muat tersebut mengalami beberapa kerusakan. Ia menyebut bahwa alat tersebut ialah reach stacker dan rubber tired gantry (RTG). Ia mengatakan bahwa alat-alat itu tidak mudah didapatkan di Sumatera Barat sehingga harus dicari di Jakarta sehingga perlu waktu untuk tiba di Padang.
Erika mengklaim bahwa pihaknya tidak tinggal diam atas kerusakan tersebut. Ia mengatakan bahwa seminggu yang lalu pihaknya sudah mendatangkan genset untuk mengoperasikan RTG. Sementara itu, alat reach stacker, katanya, sudah dikirimkan melalui jalur darat dari Jakarta ke Padang.
















