“Tapi nyatanya sampai beberapa kali aksi, gubernur atau wakil gubernur tidak pernah menemui kami dan ketika kami meminta audiensi forum secara umum, mereka tidak pernah memvalidasi,” ujarnya.
Ia mengatakan Aliansi BEM Sumatra Barat akan menyurati pemerintah secara terbuka. Jika aspirasi tersebut tidak mendapat respons, mahasiswa berencana kembali menggelar aksi.
“Jadi ketika mereka nanti memang benar-benar tidak bisa mendengarkan aspirasi rakyat, kami akan mengecam keras nantinya, akan melaksanakan aksi jilid dua,” ujarnya.
Nova menyebut aksi tersebut diikuti sejumlah BEM perguruan tinggi di Sumatra Barat, di antaranya Universitas Baiturrahmah, Universitas Negeri Padang (UNP), Universitas Andalas (Unand), UPI, ASKIA, dan Politeknik Negeri Padang (PNP), serta sejumlah kampus lainnya.
Hingga Kamis malam, massa aksi masih bertahan di gerbang Kantor Pemerintah Provinsi Sumatra Barat.



















