Nova menegaskan isu yang dibawa dalam aksi tidak hanya berkaitan dengan pertanian dan pertambangan.
“Sebenarnya bukan hanya dua poin tapi kita juga memiliki isu-isu pendidikan, kemudian juga kami memiliki isu revitalisasi segera dan pemulihan segera dengan pengawalan-pengawalan ketat dari pemerintahan daerah selain itu kami juga menyoroti soal kelangkaan solar dan juga tambang,” ujarnya.
Persoalan pajak daerah juga masuk dalam daftar isu yang disampaikan mahasiswa dalam aksi tersebut.
Terkait tindak lanjut aspirasi, Nova mengatakan Aliansi BEM Sumatra Barat sebelumnya telah menyepakati untuk menyurati pemerintah apabila gubernur maupun wakil gubernur tidak dapat menemui massa aksi.
“Kesepakatan kami kemarin, jika sampai mereka tidak hadir, kami akan menyurati mereka,” katanya.
Surat tersebut, lanjutnya, akan disampaikan untuk meminta pemerintah membuka forum rapat dengar pendapat umum (RDPU). Menurut Nova, keterbukaan forum diperlukan agar mahasiswa dapat menyampaikan aspirasi secara langsung.
“Jadi keterbukaan itu bagi kami cukup untuk menyuarakan hal tersebut,” katanya.
Nova mengatakan dalam beberapa aksi sebelumnya, gubernur maupun wakil gubernur disebut belum menemui massa. Ia juga menyebut permintaan audiensi secara umum belum mendapatkan validasi.



















