Kabarminang – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dharmasraya mengalokasikan bantuan Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) senilai sekitar Rp13,4 miliar untuk tiga kelompok tani di Kecamatan Asam Jujuhan. Bantuan tersebut mencakup lahan perkebunan kelapa sawit seluas 223,4881 hektare dengan dukungan pembiayaan senilai Rp60 juta per hektare.
Tiga kelompok tani penerima bantuan itu adalah Kelompok Tani Asam Sakti Sejahtera dengan luas lahan 70,8582 hektare, Kelompok Tani Sungai Gelegah Mandiri seluas 57,7299 hektare, dan Kelompok Tani Sungai Limau Sepakat seluas 94,9000 hektare.
Kepala Bidang Perkebunan Dinas Pertanian Kabupaten Dharmasraya, Ipentri, mengatakan alokasi tersebut merupakan salah satu hasil upaya Bupati Dharmasraya, Annisa Suci Ramadhani, dalam memperjuangkan program peremajaan perkebunan kelapa sawit rakyat kepada pemerintah pusat.
Ia menjelaskan, bantuan melalui Program PSR dikelola oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP), lembaga pemerintah yang mengelola dana perkebunan, termasuk untuk mendukung peremajaan perkebunan kelapa sawit rakyat. Program tersebut bertujuan mengganti tanaman sawit yang sudah tua, tidak produktif, atau menggunakan benih tidak unggul dengan tanaman baru yang lebih produktif.
“Program ini adalah salah satu upaya meningkatkan produktivitas perkebunan kelapa sawit rakyat sekaligus memperbaiki kesejahteraan pekebun,” ujarnya.
Ia mengatakan, pelaksanaan PSR di Dharmasraya tidak hanya berlangsung di Kecamatan Asam Jujuhan, tetapi juga telah berjalan di sejumlah kecamatan lainnya. Dengan demikian, manfaat program tersebut menjangkau berbagai wilayah di kabupaten itu.
Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Asam Sakti Sejahtera, Suhaimi, dari Nagari Alahan Nan Tigo, menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Dharmasraya atas perhatian dan upayanya dalam mempertahankan keberlangsungan perkebunan rakyat, khususnya bagi petani di Kecamatan Asam Jujuhan.
Ia berharap dukungan pemerintah daerah terhadap petani kelapa sawit dapat terus berlanjut sehingga masyarakat pekebun memperoleh kesempatan untuk meningkatkan produktivitas kebun dan kesejahteraan keluarga.






















