Kabarminang — Sejumlah pedagang di kawasan Jalan Sandang Pangan, Pasar Raya Padang, Sumatera Barat, menyoroti akses masuk Basement Blok II yang dinilai kurang terlihat oleh calon pembeli. Persoalan tersebut menjadi salah satu kekhawatiran pedagang menjelang berakhirnya tenggat pemindahan mandiri yang ditetapkan Pemerintah Kota Padang pada Minggu (1/11/2026).
Pantauan Kabarminang.com di lokasi pada Minggu (1/11/2026) menunjukkan sejumlah pedagang masih berjualan di tepi jalan dan trotoar. Sementara itu, Basement Blok II yang disediakan sebagai lokasi relokasi masih terlihat sepi.
Di dalam basement beberapa pedagang terlihat mulai menyiapkan lapak. Ada yang memotong balok kayu dan memakukannya menjadi meja untuk tempat berjualan. Namun, hingga siang hari belum terlihat aktivitas perdagangan di lokasi tersebut.
Pengurus Ikatan Pedagang Kaki Lima (IPKL) Pasar Raya Padang, Irfan, mengatakan bahwa akses masuk menjadi salah satu persoalan yang dikhawatirkan pedagang.
“Permasalahan tempat di basemen Blok 2 ini pintu masuknya saja tidak kelihatan bagi orang luar. Bagaimana calon pembeli mau datang dan bertransaksi kalau aksesnya saja tersembunyi?” ujar Irfan saat ditemui di depan pintu masuk Basement Blok II.
Menurut Irfan, kemudahan akses menjadi pertimbangan penting bagi pedagang yang akan melanjutkan usaha di lokasi baru. Ia khawatir perpindahan tempat berjualan berdampak terhadap jumlah pembeli apabila akses menuju lapak sulit ditemukan.
Irfan membandingkan Basement Blok II dengan Basement Blok III Pasar Raya Padang. Menurutnya, lokasi Blok III lebih menguntungkan karena berada di tepi jalan utama sehingga akses masuknya lebih mudah terlihat oleh masyarakat yang melintas.
Meski menyoroti akses masuk, Irfan menilai fasilitas yang disediakan pemerintah di Basement Blok II sebenarnya sudah cukup baik.




















