Kabarminang — Erman (60 tahun), pedagang ikan asin di Pasar Raya Padang, Sumatera Barat, mulai menyiapkan tempat berjualan di Basement Blok II setelah dipindahkan dari kawasan Jalan Sandang Pangan. Setelah lebih dari satu minggu tidak berjualan, ia berharap lokasi baru tersebut ramai pembeli agar bisa kembali memperoleh penghasilan untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
Pria yang akrab disapa “Datuak” itu terlihat memperbaiki meja kayu lama yang sudah rusak saat ditemui Sumbarkita. Ia memakukan sejumlah potongan kayu agar meja tersebut bisa digunakan kembali untuk berjualan.
Selain memperbaiki meja lama, Erman membuat meja baru dengan menggunakan jasa pekerja. Untuk keperluan tersebut, ia mengeluarkan biaya sekitar Rp1,5 juta lebih.
Erman mengaku sudah lebih dari satu minggu tidak berjualan karena proses pemindahan ke lokasi baru. Selama tidak memiliki penghasilan dari berdagang, ia mengandalkan simpanan dari hasil penjualan sebelumnya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari selama tidak berjualan, hanya mengandalkan simpanan dari hasil penjualan dua minggu sebelum penggusuran,” ujar Erman kepada Kabarminang.com pada Minggu (1/11/2026).
Bagi Erman, berjualan ikan asin bukan sekadar pekerjaan. Usaha tersebut menjadi sumber penghasilan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari bersama istrinya, Lismawati, sekaligus membiayai pendidikan keempat anak mereka.
Erman telah menjalani usaha tersebut sejak 2006. Namun, pada awalnya berdagang ikan asin merupakan pekerjaan sampingan karena Erman masih bekerja di sebuah perusahaan swasta di Kota Padang. Saat itu Lismawati lebih banyak menjaga dagangan, sedangkan Erman membantu ketika libur atau setelah menyelesaikan pekerjaannya di perusahaan.
Kondisi pekerjaannya berubah setelah gempa melanda Kota Padang pada 2009. Perusahaan tempatnya bekerja turut terdampak sehingga memengaruhi pekerjaan dan penghasilan yang diterimanya.


















