“Saya sempat mendapat tawaran pindah bekerja ke Jakarta. Namun, saya tidak mengambil kesempatan tersebut karena mempertimbangkan jarak dengan keluarganya di Padang,” ucap Erman.
Erman kemudian mencoba bekerja di perusahaan yang sama di Pekanbaru. Akan tetapi, menurutnya, penghasilan yang diperoleh tidak sebanding dengan pekerjaan dan biaya hidup di kota tersebut. Pada saat bersamaan, ia tetap harus memenuhi kebutuhan istri dan anak-anaknya di Padang.
Selama bekerja di Pekanbaru, Erman biasanya pulang setiap dua minggu untuk menemui keluarganya.
Tidak sampai satu tahun, ia memutuskan kembali ke Padang. Setelah itu, ia kembali mendapat tawaran bekerja di perusahaan yang sama di Jambi.
Namun, kondisi yang dihadapinya tidak jauh berbeda. Penghasilan yang diperoleh dinilai belum sebanding dengan pekerjaan dan biaya hidup. Ia akhirnya berhenti setelah sekitar satu setengah tahun bekerja di Jambi.
“Setelah kembali ke Padang, saya bekerja sebagai kontraktor. Dengan latar belakang pendidikan teknik industri dari Akademi Industri Padang, saya kembali menekuni pekerjaan yang sesuai dengan bidang ilmu saya,” tutur Erman.
Pekerjaan tersebut dijalaninya selama tiga tahun, yakni dari 2011 hingga 2013, dengan penghasilan yang menurutnya cukup baik.
Pada 2014 Erman akhirnya memutuskan untuk fokus berjualan ikan asin bersama istrinya di Pasar Raya Padang. Ia mengawali usahanya di sekitar kawasan Padang Teater. Pada masa itu, Erman mengaku bisa memperoleh penghasilan sekitar Rp3 juta sehari.


















