Untuk memenuhi kebutuhan dagangan, ia membeli ikan asin dari pusat gudang ikan dengan modal sekitar Rp10 juta dalam sekali pembelian setiap minggu.
Menurut pengalamannya, aktivitas perdagangan di Pasar Raya Padang saat itu masih ramai. Masyarakat banyak berbelanja langsung ke pasar, didukung keberadaan terminal bus dan angkutan kota yang masih ramai beroperasi.
Namun, kondisi usahanya berubah setelah beberapa kali berpindah lokasi berjualan. Dari kawasan Padang Teater, ia dipindahkan ke Blok III lantai II. Di lokasi tersebut, penjualannya mengalami penurunan.
Ia kemudian berpindah ke belakang Kantor Balai Kota. Namun, aktivitas perdagangan di lokasi itu juga dinilai sepi.
“Saya akhirnya berjualan di kawasan Jalan Sandang Pangan. Dibandingkan dengan dua lokasi sebelumnya, saya merasa aktivitas jual beli di kawasan tersebut lebih ramai,” ujar Erman.
Dari hasil penjualan di Jalan Sandang Pangan, ia bisa memperoleh omzet sekitar Rp1,5 juta sehari. Sementara itu, pada hari-hari sepi, omzetnya berkisar Rp500 ribu.
Penghasilan tersebut menjadi sumber utama untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga dan membiayai pendidikan anak-anaknya.
Dari empat anak Erman dan Lismawati, tiga orang telah menyelesaikan pendidikan, sedangkan satu anak lainnya masih menjalani perkuliahan. Anak pertama dan kedua kini bekerja di perusahaan di Pulau Jawa, sementara anak ketiganya membuka usaha di Bengkulu.


















