Kabarminang – Jalan yang menghubungkan Jorong Betung Busuk dengan Jorong Kubu Baru, Sibintayan, dan Soma di Nagari Muara Tais Koto Gadang, Kecamatan Mapat Tunggul, Kabupaten Pasaman, hingga kini masih berupa tanah liat.
Kondisi itu menyulitkan aktivitas masyarakat, terutama saat musim hujan, termasuk dalam mengangkut hasil pertanian. Jalan sepanjang sekitar 11 kilometer itu diapit semak belukar di kedua sisinya.
Seorang warga Jorong Kubu Baru, Didi Arya (23), mengatakan, kondisi jalan yang rusak parah itu telah berlangsung lama. Ia menyebut, jalan tersebut pernah dicor secara bertahap pada 2017 hingga 2022, tetapi hasilnya tidak mampu bertahan lama.
Ia melanjutkan, hingga kini belum ada perbaikan berarti dari pemerintah daerah. Menurut Didi, kondisi itu memicu kekecewaan masyarakat yang merasa terisolasi dari pusat pemerintahan kabupaten.
“Jalan ini kondisinya sangat memprihatinkan karena hanya berupa hamparan tanah merah tanpa pengerasan yang memadai,” ujarnya kepada Sumbarkita, Rabu (28/10/2026).
Ia menjelaskan, saat cuaca panas, jalan penghubung antarjorong tersebut masih bisa dilalui kendaraan meskipun pengendara harus ekstra hati-hati. Namun, ketika musim hujan tiba, permukaan jalan menjadi licin dan berlumpur.
“Saat hujan turun, jalan menjadi sangat licin dan dipenuhi lumpur tebal sehingga tidak bisa dilalui sama sekali oleh kendaraan roda dua maupun roda empat. Ketika hujan sebagian pengendara terpaksa menghentikan perjalanan dan menunggu hingga permukaan jalan mengering,” katanya.
Didi menilai pemerintah daerah belum menunjukkan perhatian yang memadai terhadap pembangunan infrastruktur di wilayah pedalaman Kabupaten Pasaman.

















