“Ada kesan pemerintah daerah seperti tidak peduli dengan kondisi kami di sini. Seharusnya pemerintah punya empati terhadap masyarakat setempat yang setiap hari harus berjuang melewati jalan rusak ini,” tuturnya.
Ia mengatakan kondisi jalan tersebut turut menghambat perekonomian masyarakat, khususnya saat musim panen kelapa sawit.
“Ketika musim hujan datang, hasil komoditas seperti sawit dari tiga jorong tersebut tertahan di tempat dan tidak bisa dijual keluar karena truk pengangkut tidak bisa masuk. Hasil panen warga bisa mencapai berton-ton setiap kali panen,” jelasnya.
Ia berharap pemerintah daerah bersama pihak legislatif segera mengambil langkah nyata untuk memperbaiki akses jalan tersebut.
“Kami dan seluruh masyarakat berharap pemerintah memiliki hati yang terbuka untuk segera memulai membangun jalan ini secara permanen,” imbuhnya.
Hingga berita ini diturunkan, tim Sumbarkita masih berupaya meminta keterangan kepada perangkat nagari ataupun pemerintah setempat. Informasi selanjutnya akan disampaikan pada pemberitaan berikutnya.

















