Kabarminang – Kabut asap kembali mengurangi jarak pandang dan memengaruhi kualitas udara di Kota Padang serta sejumlah wilayah Sumatera Barat (Sumbar). Kondisi ini terjadi meski jumlah titik panas yang terpantau di wilayah Sumbar relatif sedikit.
Ketua Tim Publikasi dan Diseminasi BMKG Minangkabau, Yudha Nugraha, mengatakan asap yang menyelimuti Sumbar dalam beberapa hari terakhir lebih banyak dipengaruhi pergerakan asap dari Sumatera Selatan (Sumsel) dan Jambi.
“Untuk di Sumbar pantauan terakhir terdapat hotspot hanya satu lokasi di Dharmasraya. Sedangkan untuk titik panas signifikan terpantau di Sumsel dan Jambi, dengan arah angin dari tenggara yang menjadi sumber utama asap,” kata Yudha dalam keterangannya, Rabu (7/10/2026).
Menurut Yudha, kondisi tersebut menunjukkan kabut asap yang masuk ke sejumlah wilayah Sumbar tidak sepenuhnya berasal dari aktivitas kebakaran di dalam provinsi.
Asap dari wilayah yang memiliki titik panas signifikan di Sumsel dan Jambi terbawa angin menuju Sumbar. Arah angin dari tenggara menjadi salah satu faktor yang menentukan luasnya sebaran asap.
“Ya, arah angin sangat menentukan dalam sebaran kabut asap,” ujarnya.
Selain mengurangi jarak pandang, kondisi tersebut turut berdampak terhadap kualitas udara di sejumlah wilayah Sumbar. BMKG menyebut kualitas udara saat ini berada pada kategori sedang hingga tidak sehat.
Masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan pun diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama dengan menggunakan masker untuk mengurangi paparan udara yang tercemar.





















