Kabarminang – Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman berencana mengusulkan perubahan nama Bandara Internasional Minangkabau (BIM) menjadi Bandara Syekh Burhanuddin. Usulan tersebut nantinya akan disampaikan kepada pemerintah pusat melalui Kementerian Perhubungan.
Rencana itu disampaikan Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis seusai menghadiri peresmian perubahan nama RSUD Padang Pariaman menjadi RSUD Muslim Kasim, Senin (21/9/2026).
John Kenedy Azis mengatakan, gagasan perubahan nama BIM muncul dari pemerintah daerah dengan mempertimbangkan keberadaan sejumlah bandara di Indonesia yang menggunakan nama tokoh bersejarah.
Ia menyebut Bandara Soekarno-Hatta, Bandara Sultan Hasanuddin di Makassar, dan Bandara Hang Nadim di Batam sebagai beberapa contoh bandara yang menggunakan nama tokoh atau figur yang memiliki keterkaitan dengan sejarah daerah.
Menurut John Kenedy Azis, Syekh Burhanuddin memiliki keterkaitan kuat dengan sejarah perkembangan Islam di Minangkabau. Ulama tersebut dikenal sebagai salah satu tokoh penting dalam perkembangan pendidikan dan kehidupan keagamaan masyarakat Minangkabau.
Syekh Burhanuddin dikenal berasal dari Sintuk, Kecamatan Sintuk Toboh Gadang, Kabupaten Padang Pariaman. Ia merupakan ulama sufi sekaligus pengamal Tarekat Syattariyah yang memiliki pengaruh dalam perkembangan Islam di wilayah Minangkabau.
Dalam sejarahnya, Syekh Burhanuddin juga dikenal mengembangkan surau sebagai pusat pendidikan dan kegiatan keagamaan. Jejak perjuangan serta kontribusinya membuat nama Syekh Burhanuddin hingga kini tetap dikenal luas di Sumatera Barat.
Pemkab Padang Pariaman menilai penggunaan nama Syekh Burhanuddin untuk bandara dapat menjadi salah satu upaya memperkenalkan sejarah dan tokoh penting asal daerah tersebut kepada masyarakat yang lebih luas.
Meski demikian, John Kenedy Azis menegaskan perubahan nama BIM belum diputuskan. Pemkab Padang Pariaman masih harus melalui sejumlah tahapan sebelum usulan tersebut disampaikan kepada pemerintah pusat.
Pemkab Padang Pariaman terlebih dahulu akan melakukan audiensi dengan Gubernur Sumatera Barat dan berkoordinasi dengan DPRD Kabupaten Padang Pariaman. Setelah itu, usulan akan disampaikan kepada Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara.
“Usulan ini tentu akan melalui proses dan mekanisme yang berlaku. Kita akan melakukan koordinasi terlebih dahulu dengan pihak-pihak terkait sebelum menyampaikannya kepada pemerintah pusat,” ujar Bupati.
John Kenedy Azis mengatakan hingga kini belum ada target waktu khusus terkait perubahan nama Bandara Internasional Minangkabau. Namun, pemerintah daerah akan mengupayakan proses pengusulan dapat dilakukan secepatnya.
Ia berharap rencana tersebut nantinya dapat memperkuat identitas sejarah dan budaya Padang Pariaman sekaligus memperkenalkan Syekh Burhanuddin sebagai salah satu tokoh penting dalam sejarah Islam di Minangkabau.






















