Kabarminang – Persoalan mitigasi bencana di Kota Pariaman menjadi sorotan. Bukan hanya soal seberapa sering sosialisasi kebencanaan dilakukan, tetapi menyangkut pertanyaan yang lebih mendasar, apakah warga memiliki akses yang cukup untuk menyelamatkan diri ketika bencana benar-benar terjadi?
Ketua Fraksi PKS DPRD Kota Pariaman, Arismunandar, menilai kesiapan infrastruktur evakuasi di kawasan pesisir masih perlu mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kota Pariaman.
Menurut Arismunandar, sebagian wilayah pesisir Kota Pariaman berada dalam ancaman bencana, mulai dari abrasi dan banjir hingga gempa bumi yang berpotensi memicu tsunami.
Ia menilai kondisi jalan di sejumlah kawasan pesisir yang masih sempit dapat menjadi persoalan ketika warga harus melakukan evakuasi secara bersamaan.
“Daerah pesisir adalah zona merah yang paling awal terdampak jika terjadi bencana perairan. Tanpa akses jalan yang lebar dan memadai, mobilitas warga untuk menyelamatkan diri saat keadaan darurat sangat terancam,” kata Arismunandar, Senin (7/9/2026).
Arismunandar menyebut lebih dari separuh penduduk Kota Pariaman berada di wilayah yang berisiko terdampak bencana.
“Penduduk Kota Pariaman lebih dari 100 ribu jiwa. Separuh di antaranya saat ini berada di daerah rawan gempa dan tsunami,” ujarnya.
Menurut dia, kondisi tersebut seharusnya menjadi pertimbangan dalam menentukan prioritas pembangunan daerah, khususnya pembangunan infrastruktur yang berkaitan langsung dengan keselamatan warga.
















