Kabarminang – Dugaan keracunan makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Palupuh, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, turut dialami keluarga Wali Nagari Koto Rantang, Novri Agus Parta Wijaya.
Istri dan anak Novri mengalami sakit perut, mual, hingga demam setelah mengonsumsi menu MBG yang dibagikan melalui Posyandu pada Selasa (1/9/2026).
Novri mengatakan, istri dan anaknya menerima paket makanan MBG dari Posyandu. Keduanya kemudian menyantap makanan tersebut sekitar pukul 12.00 WIB.
“Tidak lama setelah makan, istri saya mengalami sakit perut, mual, sampai demam tinggi. Anak saya juga mengalami hal yang sama,” kata Novri, Rabu (2/9/2026).
Kondisi tersebut membuat Novri khawatir, terlebih istrinya sedang mengandung pada usia kehamilan muda. Ia mengatakan dirinya, istri, dan anaknya bahkan tidak dapat tidur sepanjang malam karena kondisi tersebut.
“Semalaman kami tidak bisa tidur. Saya yang khawatir juga tidak bisa tidur,” ujarnya.
Novri menyebut, menu yang diterima keluarganya antara lain tempe dan telur puyuh. Namun, ia mengaku tidak mengingat seluruh jenis makanan yang terdapat dalam paket MBG tersebut.
Pada Rabu pagi, kondisi istri dan anaknya mulai membaik setelah demam berangsur turun. Meski demikian, Novri tetap berencana membawa keduanya ke klinik terdekat untuk mendapatkan pemeriksaan medis.
Warga Sempat Hendak Datangi SPPG
Menurut Novri, keresahan akibat dugaan gangguan kesehatan setelah mengonsumsi MBG juga dirasakan warga lainnya. Ia menyebut sejumlah siswa, ibu hamil, ibu menyusui, dan guru turut mengalami keluhan kesehatan yang diduga berkaitan dengan makanan tersebut.














