“Mereka telah mencari pertolongan ke sejumlah fasilitas kesehatan, termasuk Puskesmas dan rumah bidan, sementara beberapa korban disebut mendapat rujukan ke rumah sakit di Bukittinggi,” kata Novri.
Keresahan warga kemudian memuncak pada Rabu pagi. Sejumlah warga mendatangi rumah Novri secara berombongan untuk menyampaikan keluhan sekaligus mengutarakan keinginan mendatangi tempat pengolahan makanan MBG.
“Warga tadi pagi datang ke rumah saya berombongan. Mereka ingin menggeruduk SPPG, tetapi masih bisa saya tenangkan,” katanya.
Novri mengatakan dirinya berupaya meredam situasi agar warga tidak mengambil tindakan sendiri. Ia kemudian membuat surat permintaan agar operasional SPPG dihentikan sementara.
“Saya membuat surat untuk meminta SPPG berhenti sementara dahulu sampai ada kepastian,” ujarnya.
Novri menyebut SPPG yang dimaksud merupakan SPPG Palupuh yang dikelola Yayasan Affa Adicitta dan berlokasi di Pasia Laweh, Kecamatan Palupuh, Kabupaten Agam.
Ia berharap penghentian sementara dapat dilakukan hingga ada kepastian mengenai penyebab keluhan kesehatan yang dialami warga. Menurutnya, kepastian tersebut penting agar keresahan masyarakat tidak semakin meluas.
Hingga Rabu (2/9/2026), tercatat sebanyak 388 orang terindikasi mengalami gejala tersebut. Mereka terdiri dari 364 peserta didik tingkat TK, SD, dan SMP serta 24 guru SD dan SMP.














