Kabarminang — Enam mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol Padang mengikuti National Empowerment, Inovation, Research and Art (NEIRA) Competition 3 kategori Business Plan di Teladan Sportorium Center, Yogyakarta, pada 29 dan 30 Agustus 2026.
NEIRA Competition 3 merupakan hasil kolaborasi Sentosa Foundation, Pusat Riset Siswa, Mahasiswa dan Akademisi (Prisma), serta Himpunan Mahasiswa Budidaya Hutan Universitas Gadjah Mada. Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari komitmen penyelenggara dalam menghadirkan ruang bagi pelajar dan mahasiswa untuk mengembangkan potensi, menyampaikan gagasan, serta menunjukkan karya terbaiknya.
Dengan mengusung tema “Sinergi Kreativitas dan Intelektualitas Pemuda untuk Indonesia Berkelanjutan”, kompetisi tersebut mempertemukan 670 finalis dari 107 instansi dan 27 provinsi di Indonesia.
Ajang itu menjadi ruang bagi pelajar dan mahasiswa untuk mengembangkan potensi, menyampaikan gagasan inovatif, sekaligus menunjukkan karya terbaik mereka di tingkat nasional.
Enam mahasiswa UIN Imam Bonjol Padang membawa gagasan bisnis yang didominasi subtema kuliner, serta satu gagasan pada subtema lingkungan.
Keenam peserta tersebut ialah Tengku Sindi Aulia Rahman dengan gagasan Chamomile Calm Drink pada subtema kuliner; Nurhafizah Alhusna dengan Balance Box: Healthy Catering pada subtema kuliner; Surchi dengan Keripik Bengkuang Urang Awak pada subtema kuliner; Sri Ningsih Yuindah Sari membawa gagasan DURAPRESSO, perpaduan kopi premium dan daging durian asli pada subtema kuliner; Muhammad Rahim membawa gagasan Pepaya California Pertanian Unggul Sumatera Barat pada subtema lingkungan; dan Ema Ramadhani membawa TAPAO, inovasi kuliner tradisional Raso Hiang Kerinci pada subtema kuliner.
Dalam keikutsertaan tersebut, para mahasiswa UIN Imam Bonjol Padang didampingi Kepala UPT PKK UIN Imam Bonjol Padang, Sermal. Pendampingan tersebut menjadi bagian dari upaya memberikan dukungan sekaligus memastikan mahasiswa mendapatkan pengalaman dan ruang belajar yang optimal selama mengikuti kompetisi tingkat nasional.
Kehadiran keenam mahasiswa UIN Imam Bonjol Padang juga menjadi kesempatan untuk memperkenalkan ide dan potensi lokal Sumatera Barat melalui perspektif kewirausahaan dan inovasi. Sejumlah gagasan yang dibawa mengangkat kekayaan bahan pangan, kuliner, serta potensi pertanian daerah untuk dikembangkan menjadi produk yang memiliki nilai tambah.
Kompetisi Business Plan NEIRA 3 memiliki tujuh subtema, yaitu industri kreatif, jasa, kesehatan, kuliner, lingkungan, pariwisata, dan teknologi.
Para finalis mempresentasikan karya dalam bentuk pameran poster dan presentasi di hadapan dewan juri. Presentasi dilakukan selama tujuh menit, terdiri atas empat menit pemaparan gagasan dan tiga menit sesi tanya jawab.
Dalam mekanisme kompetisi, setiap subtema akan menetapkan satu peraih Gold Medal untuk kemudian melaju ke tahap presentasi berikutnya. Para peraih Gold dari masing-masing subtema selanjutnya berkompetisi memperebutkan Juara 1, Juara 2, Juara 3, serta Juara Harapan 1 hingga 3.
Kegiatan NEIRA Competition 3 dan sore Competition 2 dibuka oleh perwakilan Departemen Silvikultur Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada, Nesty Pratiwi Romadini.
Melalui NEIRA Competition 3, keenam mahasiswa UIN Imam Bonjol Padang diharapkan mampu memberikan performa terbaik, memperoleh pengalaman berharga, serta mengukir prestasi yang membanggakan.
Enam mahasiswa, enam gagasan, satu semangat: membawa nama UIN Imam Bonjol Padang semakin dikenal di tingkat nasional.
















