Kabarminang – Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis menutup rangkaian Mauluik Gadang Padang Pariaman 2026 di halaman Masjid Raya IKK Ali Mukhni, Selasa (25/8/2026).
Kegiatan itu digelar dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Kegiatan tersebut berlangsung selama tiga hari, 23–25 Agustus 2026, dengan berbagai rangkaian kegiatan religius.
Pada hari terakhir, ribuan warga bersama tamu undangan hadir dalam kegiatan tersebut. Puncak Mauluik Gadang itu diisi dengan berbagai prosesi adat, mulai dari arak-arakan bungo lado, penerimaan jamba, tradisi badoncek, hingga penerimaan lamang. Rangkaian prosesi tersebut juga diiringi lantunan badikia yang menghadirkan suasana khidmat.
Dalam sambutannya, John Kenedy Azis mengajak masyarakat menjadikan Mauluik Gadang sebagai momentum untuk memperkuat keimanan, mempererat ukhuwah, memperkokoh persatuan, dan meningkatkan kepedulian terhadap sesama.
“Momentum Mauluik Gadang ini mari kita jadikan peringatan kelahiran Nabi Besar Muhammad SAW sebagai kesempatan untuk memperkuat keimanan, mempererat ukhuwah, memperkokoh persatuan, dan meningkatkan kepedulian terhadap sesama. Kita ingin nilai-nilai keteladanan Rasulullah tidak hanya kita dengarkan dalam bentuk tausiyah, tetapi benar-benar kita hadirkan dalam kehidupan kita,” ujarnya didampingi Wakil Bupati Rahmat Hidayat.
Ia menyebut, Mauluik Gadang bukan sekadar agenda seremonial tahunan, tetapi tradisi yang menjadi ruang bersama untuk mempertemukan nilai agama, adat, dan budaya masyarakat Padang Pariaman.
Pada kesempatan itu, ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang bergotong royong menyukseskan pelaksanaan Mauluik Gadang selama tiga hari.
“Saya menyampaikan terima kasih kepada ibu-ibu yang telah menyiapkan jamba dan membuat lamang, kepada para donatur yang telah badoncek, kepada para alim ulama, tuanku, serta panitia pelaksana. Tanpa kebersamaan dan semangat gotong royong kita semua, kegiatan ini tidak akan berjalan semeriah ini,” imbuhnya.
















