Kabarminang – Gempa berkekuatan magnitudo 6,1 berpusat di Nias Selatan, Sumatera Utara, terjadi pada Selasa (18/8/2026) pukul 13.02 WIB. Getaran gempa tersebut turut dirasakan warga di beberapa wilayah di Sumbar.
Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, mengatakan gempa tersebut merupakan gempa tektonik. Ia menyebut, berdasarkan hasil analisis BMKG, gempa bumi ini memiliki parameter yang telah diperbarui dengan magnitudo M5,8 pada kedalaman 35 kilometer.
Ia menyebut, episenter gempa bumi terletak pada koordinat 0,67° LS dan 98,29° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 157 kilometer arah tenggara Nias Selatan.
“Gempa ini tidak berpotensi tsunami,” ujarnya dalam keterangan tertulisnya.
Ia melanjutkan, dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas subduksi. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault).
Ia mengatakan, gempa bumi ini dirasakan dengan skala intensitas IV MMI (pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah, di luar oleh beberapa orang, gerabah pecah, jendela/pintu berderik, dan dinding berbunyi) di Tapanuli Utara.
Kemudian, skala III MMI (getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu) dirasakan di Padang Sidempuan, Nias Selatan, Padang Panjang, Pesisir Selatan, Bukittinggi, Padang, Padang Pariaman, Pariaman, Pasaman Barat, dan Kabupaten Agam.
Kemudian, skala II MMI (getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang) dirasakan di Tapanuli Tengah dan Gunung Sitoli.
















