Kabarminang – Upaya Ina Lusiana (49) mengurangi dampak banjir dengan meninggikan halaman rumahnya sekitar satu meter ternyata belum mampu menahan luapan air Batang Kuranji. Rumahnya di Kelurahan Tabiang Banda Gadang, Kecamatan Nanggalo, Kota Padang, kembali terendam banjir setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut pada Senin (3/8/2026).
Saat ditemui di rumahnya pada Rabu (5/8/2026), Ina masih sibuk membersihkan lumpur yang menutupi lantai rumah. Kain pel yang digunakannya telah berubah warna menjadi kekuningan karena berulang kali dipakai mengangkat lumpur. Ketika kain pel tidak lagi efektif, ia memanfaatkan pakaian lama milik cucunya untuk menyerap sisa lumpur.
Sejak Senin sore hingga Selasa (4/8/2026) dini hari sekitar pukul 01.00 WIB, Ina bersama suami, dua anak, menantu, dan dua cucunya terus membersihkan rumah mereka yang terdampak banjir.
Ia menceritakan bahwa air datang dengan sangat cepat sekitar pukul 13.30 WIB. Dalam waktu singkat, air meluap ke dalam rumah dan terus meninggi hingga mencapai pinggang orang dewasa.
“Air masuk ke dalam rumah sekitar pukul 13.30 WIB. Langsung tenggelam seisi rumah, setinggi pinggang orang dewasa,” kata Ina.
Menurutnya, jika diukur dari permukaan tanah di sekitar rumah, ketinggian air mencapai sekitar 1,5 meter.
Peristiwa tersebut mengingatkan Ina pada banjir yang melanda kawasan itu pada akhir November 2025. Setelah kejadian tersebut, keluarganya berupaya mengantisipasi banjir dengan meninggikan halaman rumah sekitar satu meter.
Selain itu, mereka mengeluarkan biaya sekitar Rp15 juta untuk mengecor beranda rumah. Kini posisi beranda terlihat jauh lebih tinggi dibandingkan badan jalan. Namun, upaya tersebut belum mampu mencegah air masuk ke dalam rumah.















