Kabarminang – Pemerintah Kota Padang terus mendorong pemanfaatan budaya sebagai salah satu penggerak pembangunan daerah. Melalui Festival Alek Nagari Nan XX ke-3 yang digelar di Komplek Kehakiman Cengkeh Nan XX, Kecamatan Lubuk Begalung, Sabtu (11/7/2026), pemerintah mengintegrasikan pelestarian budaya dengan pengembangan ekonomi kreatif, UMKM, dan pariwisata.
Festival tersebut menghadirkan berbagai tradisi Minangkabau sekaligus menjadi ruang kolaborasi antara pemerintah, lembaga adat, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta masyarakat dalam memperkuat identitas budaya daerah.
Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir mengatakan pelestarian budaya tidak cukup hanya dilakukan melalui kegiatan seremonial. Menurutnya, masyarakat harus terlibat langsung agar nilai-nilai adat tetap hidup dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
“Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya membangkitkan kembali batang tarandam dan mengembalikan sirih ke gagang, pinang ke tampuknya. Semangat kebersamaan seperti inilah yang harus terus kita jaga,” ujarnya.
Sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian budaya, Pemerintah Kota Padang bersama DPRD telah menetapkan Peraturan Daerah Nomor 5 Tahun 2026 tentang Penguatan Lembaga Adat dan Pelestarian Nilai-Nilai Budaya Minangkabau. Regulasi tersebut menjadi dasar pelaksanaan berbagai program pelestarian budaya di Kota Padang.
Selain menampilkan berbagai tradisi, Festival Alek Nagari juga diisi bazar UMKM dan promosi kuliner khas Minangkabau. Berbagai prosesi adat seperti makan bajamba, batagak gala, marandang, hingga malamang turut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan yang digelar selama festival.
Ketua Umum Pelaksana, James Hellyward, mengatakan penyelenggaraan Festival Alek Nagari tahun ini juga diarahkan untuk mendukung upaya Kota Padang meraih pengakuan sebagai Gastronomy City dari UNESCO. Menurutnya, kekayaan kuliner dan tradisi masyarakat menjadi modal penting dalam memperkuat identitas gastronomi Kota Padang.
Melalui penyelenggaraan festival tersebut, panitia berharap lahir berbagai masukan bagi pemerintah dalam menyusun strategi pengembangan gastronomi yang menghubungkan pelestarian budaya, penguatan UMKM, dan promosi pariwisata secara terpadu.
Festival Alek Nagari Nan XX menjadi salah satu upaya Pemerintah Kota Padang menghadirkan ruang bagi masyarakat untuk menjaga tradisi sekaligus memperkenalkan potensi budaya dan kuliner daerah kepada publik. Melalui pendekatan tersebut, pemerintah berharap pelestarian budaya dapat berjalan beriringan dengan pengembangan ekonomi masyarakat dan sektor pariwisata.
















