Sumbarkita – Pemerintah Kota Padang mendorong lahirnya skema pendanaan inovatif untuk memperkuat pengelolaan Taman Hutan Raya (Tahura) Dr. Mohammad Hatta secara berkelanjutan. Langkah tersebut dinilai penting agar kawasan konservasi yang menjadi paru-paru Kota Padang tetap terjaga sekaligus memberi manfaat bagi masyarakat.
Komitmen itu disampaikan Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, saat membuka Focus Group Discussion (FGD) bertajuk Menggagas Penyelamatan dan Tata Kelola Berkelanjutan Tahura Bung Hatta Melalui Skema Pendanaan Inovatif yang digelar Komunitas Mahasiswa Mencintai Alam (KOMMA) Fakultas Pertanian Universitas Andalas di Balai Kota Padang, Kamis (9/7/2026).
Maigus mengapresiasi inisiatif kalangan akademisi yang menghadirkan ruang diskusi mengenai masa depan Tahura Bung Hatta. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan menjadi kunci menjaga keberlanjutan kawasan konservasi tersebut.
“Banyak ide dan inovasi yang bisa dihasilkan dari forum ini. Yang terpenting, Taman Hutan Raya dapat dikelola dan dipelihara dengan sebaik-baiknya,” ujar Maigus.
Ia menilai Tahura Dr. Mohammad Hatta merupakan aset berharga yang tidak dimiliki semua daerah. Selain menjadi habitat berbagai jenis flora dan fauna, kawasan itu juga berperan penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem serta memiliki nilai edukasi dan ekonomi yang dapat terus dikembangkan.
Karena itu, Maigus menegaskan pengelolaan kawasan konservasi seluas sekitar 240 hektare tersebut tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah. Menurutnya, dukungan perguruan tinggi, komunitas, dunia usaha, dan masyarakat sangat dibutuhkan agar upaya pelestarian berjalan secara berkelanjutan.
“Sebagai aparatur pemerintahan, kita wajib mengelola dan menjaga Tahura ini karena di dalamnya terdapat kawasan hutan lindung yang harus terus dilestarikan,” katanya.
Selain berfungsi sebagai kawasan konservasi, Maigus melihat Tahura Bung Hatta memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata berbasis alam dan edukasi. Lokasinya yang berada di jalur utama lintas Sumatra dinilai menjadi keunggulan untuk menarik kunjungan wisatawan, didukung koleksi flora, fauna, taman buah, hingga potensi agrowisata.
Ia pun mengajak masyarakat memanfaatkan Tahura Bung Hatta sebagai destinasi rekreasi sekaligus sarana edukasi lingkungan, terutama pada masa liburan, sembari menumbuhkan kesadaran bersama untuk menjaga kelestarian kawasan tersebut.
Sementara itu, Wakil Dekan II Fakultas Pertanian Universitas Andalas, Dr. Jumsu Trisno, mengatakan Tahura bukan hanya kawasan hutan, tetapi juga laboratorium alam yang memiliki fungsi penting bagi konservasi, penelitian, pendidikan, dan pengembangan ilmu pengetahuan. Ia berharap forum tersebut melahirkan berbagai rekomendasi yang mampu memperkuat tata kelola kawasan sehingga manfaat ekologis maupun sosial-ekonominya tetap terjaga untuk generasi mendatang.
















