Kabarminang — Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol Padang memperkuat langkah internasionalisasi dengan menandatangani dua dokumen kerja sama strategis bersama perguruan tinggi dari India dan Arab Saudi dalam ajang Global Sustainable Development Congress (GSDC) 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang.
Penandatanganan dilakukan oleh Rektor UIN Imam Bonjol Padang, Martin Kustati, yang didampingi Kepala Pusat International Office dan SDGs, Zulfis, selama penyelenggaraan GSDC 2026 pada 22–25 Juni 2026.
Dalam forum internasional tersebut, UIN Imam Bonjol Padang menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan Noida International University, India, serta Letter of Intent (LoI) dengan Prince Sattam bin Abdulaziz University, Arab Saudi.
Rektor UIN Imam Bonjol Padang, Martin Kustati, mengatakan, bahwa penandatanganan kedua dokumen tersebut menjadi langkah strategis universitas dalam memperluas jejaring akademik internasional, memperkuat kolaborasi lintas negara, serta meningkatkan kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).
Menurutnya, kerja sama internasional merupakan salah satu instrumen penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat yang berorientasi global.
“Melalui kerja sama ini, kami berharap dapat membuka peluang yang lebih luas bagi dosen, mahasiswa, dan tenaga kependidikan untuk terlibat dalam berbagai program internasional yang berdampak nyata bagi pengembangan institusi dan masyarakat,” ujarnya.
Vice Chancellor Noida International University, Uma Bhardwaj, menyambut baik terjalinnya kemitraan antara kedua perguruan tinggi. Ia mengapresiasi komitmen UIN Imam Bonjol Padang dalam membangun kerja sama internasional dan berharap kesepakatan yang telah dituangkan dalam MoU segera diwujudkan dalam program-program konkret.
“Penandatanganan MoU ini merupakan awal yang baik bagi kedua universitas. Kami berharap dalam waktu dekat dapat dilaksanakan pertemuan secara daring (online meeting) antara kedua institusi untuk membahas rencana tindak lanjut dan mengidentifikasi berbagai peluang kolaborasi yang dapat segera direalisasikan,” ujarnya.
Dukungan serupa juga disampaikan oleh Director of Rankings, Strategy, and Institutional Advancement Unit Prince Sattam bin Abdulaziz University, Abdullah M. Elias. Menurutnya, Letter of Intent yang telah ditandatangani perlu segera ditindaklanjuti agar manfaat kerja sama dapat dirasakan oleh kedua institusi.
Ia menegaskan bahwa perguruan tinggi saat ini dituntut bergerak cepat dalam membangun kolaborasi internasional yang produktif dan berdampak. Oleh karena itu, komunikasi intensif antara kedua universitas perlu segera dilakukan untuk mengidentifikasi bidang-bidang prioritas yang dapat dikembangkan bersama.
“Kita perlu bergerak cepat untuk mewujudkan langkah nyata dari kerja sama ini,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Pusat International Office dan SDGs UIN Imam Bonjol Padang, Zulfis, mengatakan bahwa implementasi kerja sama akan menjadi prioritas setelah penandatanganan dokumen tersebut.
“Dalam waktu dekat, fakultas-fakultas, lembaga, pusat studi, unit kerja, dan Pascasarjana UIN Imam Bonjol Padang diharapkan dapat menindaklanjuti kerja sama ini melalui penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) dan implementasi berbagai kegiatan nyata, seperti kolaborasi riset, joint publication, visiting professor pertukaran mahasiswa, seminar internasional, pengembangan kurikulum, ommunity engagement, serta berbagai program yang mendukung pencapaian SDGs,” jelasnya.
Partisipasi UIN Imam Bonjol Padang dalam GSDC 2026 juga menjadi bagian dari komitmen universitas terhadap pembangunan berkelanjutan. Pada 2025, UIN Imam Bonjol Padang mengikuti UI GreenMetric World University Rankings dengan capaian peringkat 724 dunia, peringkat 73 nasional, dan peringkat 8 di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN).
Selain itu, universitas telah menerbitkan SDGs Report sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas atas kontribusinya dalam mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan.
Saat ini, UIN Imam Bonjol Padang juga tengah mempersiapkan partisipasi dalam Times Higher Education Impact Rankings, pemeringkatan internasional yang mengukur kontribusi perguruan tinggi terhadap pencapaian SDGs.
















