Kabarminang — Sebuah mobil tertimbun material longsor di Kilometer 16, RT 01, RW 02, Kelurahan Bungus Barat, Kecamatan Bungus Teluk Kabung, pada Minggu (14/6/2026) sore. Longsor itu melumpuhkan akses jalan utama yang menghubungkan Padang dengan Bengkulu.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang, Hendri Zulviton, menjelaskan bahwa mobil tersebut ialah Mitsubishi L300 bernomor polisi BA 8568 AAB. Berdasarkan informasi yang dihimpun Sumbarkita, mobil bak terbuka tersebut mengangkut ayam.
“Selain memutus jalur transportasi, runtuhan material tebing tersebut menghantam satu unit mobil niaga yang kebetulan sedang melintas di sana,” ujar Hendri.
Hendri menginformasikan bahwa terdapat satu orang korban di dalam mobil tersebut. Ia mengatakan bahwa korban sudah dievakuasi dalam keadaan selamat dan langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat.
Hendri menyampaikan bahwa longsor itu terjadi akibat hujan dengan intensitas lebat yang mengguyur lokasi tersebut sejak siang hari. Akibatnya, katanya, tebing di kawasan tersebut ambrol sekitar pukul 17.30 WIB.
“Hujan lebat yang merata di wilayah Padang sore ini mengakibatkan kondisi tanah perbukitan labil hingga memicu terjadinya longsoran tanah serta pohon tumbang yang menutup akses jalan masyarakat,” ucap Hendri.
Hendri memaparkan bahwa gundukan tanah basah dan bebatuan yang menimbun badan jalan lintas Sumatera tersebut diperkirakan memiliki bentangan lebar mencapai empat meter dengan ketinggian material sekitar dua meter.
Guna mengantisipasi kemacetan panjang, kata Hendri, pihaknya menerjunkan personel ke titik lokasi untuk membersikan material longsor dari badan jalan dengan peralatan seadanya.
“Saat ini anggota kami di lapangan masih melakukan pembersihan sisa material secara manual untuk membuka celah jalan sembari menanti dukungan logistik teknis datang,” tutur Hendri.
Hendri mengatakan bahwa proses pembersihan total secara menyeluruh pada malam ini belum dapat dirampungkan akibat kendala tebalnya material tanah yang menutupi jalur aspal.
“Pengerjaan utama secara intensif belum bisa kami maksimalkan karena tim gabungan saat ini masih menunggu kedatangan alat berat dari Dinas Pekerjaan Umum Sumbar,” ucapnya.
Hendri menuturkan proses evakuasi darurat di Kilometer 16 itu melibatkan kolaborasi aktif dari unsur BPBD Kota Padang, TNI, Polri, pemerintah kecamatan, pemerintah kelurahan, kelompok siaga bencana, PLN, insan kebencanaan, dan warga setempat.
Ia mengimbau masyarakat pengguna jalan yang hendak bepergian dari Padang menuju arah Painan atau sebaliknya untuk menunda perjalanan.
View this post on Instagram
















