Kabarminang — Komando Daerah Militer (Kodam) XX/Tuanku Imam Bonjol mengungkap hasil investigasi terkait insiden peluru nyasar yang melukai dua orang di lingkungan Universitas Negeri Padang (UNP) pada Selasa (2/6/2026) lalu. Peluru tersebut berasal dari latihan tembak TNI.
Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XX/Tuanku Imam Bonjol, Kolonel Kav. Taufiq, mengatakan investigasi dilakukan melalui olah tempat kejadian perkara (TKP), serta melibatkan unsur intelijen, Polisi Militer, ahli amunisi, dan personel terkait yang memiliki kompetensi di bidang tersebut.
“Berdasarkan hasil penyelidikan, proyektil amunisi yang berada di paha korban mahasiswi UNP Nova Wirantika identik dengan peluru yang digunakan saat latihan menembak prajurit Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 897/Singgalang,” katanya kepada Sumbarkita, Selasa (9/6/2026).
Ia menjelaskan, pada saat latihan tersebut, prajurit menggunakan senjata laras panjang dan laras pendek. Sementara itu, proyektil yang ditemukan pada tubuh korban merupakan amunisi berkaliber 9 milimeter dengan jenis senjata pistol G2 Combat.
“Setelah dilakukan pengujian investigasi, jangkauan tembak G2 Combat yang digunakan dalam latihan tersebut mencapai sekitar 1.100 meter,” ujarnya.
Ia melanjutkan, Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol memastikan bertanggung jawab terhadap penanganan para korban yang terdampak insiden tersebut.
“Seluruh pengobatan, perawatan, hingga trauma yang dialami korban ditanggung Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol,” katanya.
Taufiq menjelaskan bahwa korban bernama Guruh Guino mengalami luka pada bagian tangan, sementara Nova Wirantika mengalami luka tembak pada paha kiri dan telah menjalani operasi. Saat ini, kedua korban masih menjalani masa pemulihan.















