Kabarminang – Pemerintah Kota (Pemko) Padang kembali menerapkan sistem barcode dalam pembagian daging kurban bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) pada Iduladha 2026. Sistem digital ini digunakan untuk memastikan proses distribusi berjalan lebih tertib, cepat, transparan, dan bebas dari praktik penyalahgunaan kupon.
Ketua Panitia Kurban Pemko Padang, Didi Aryadi, mengatakan penerapan barcode merupakan kelanjutan dari uji coba yang dinilai sukses pada tahun sebelumnya. Menurutnya, sistem tersebut efektif mengurangi antrean panjang dan keruwetan saat pembagian daging kurban.
“Sistem barcode ini sudah kita mulai sejak tahun lalu. Hasilnya efektif, makanya tahun ini kita terapkan lagi untuk memudahkan para peserta,” ujar Didi Aryadi yang juga menjabat Asisten II Setdako Padang, Kamis (7/5/2026).
Sebelum menggunakan sistem digital, panitia kerap menghadapi berbagai persoalan di lapangan, mulai dari dugaan penggandaan kupon hingga penumpukan massa di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) yang menyebabkan kemacetan.
Kasubag Bina Mental Bagian Kesra Setdako Padang, Zul Asfi Lubis, mengakui kondisi pembagian daging kurban pada tahun-tahun sebelumnya cukup semrawut.
“Dulu pengambilan daging menumpuk di satu titik, kawasan RPH Dinas Pertanian sampai macet total,” katanya.
Dalam penerapannya, setiap peserta kurban mendapatkan satu barcode yang dapat ditunjukkan melalui telepon genggam kepada petugas di RPH. Setelah barcode dipindai, peserta akan menerima jatah sebanyak 1,5 kilogram daging kurban.
Sistem tersebut juga dirancang aman karena barcode otomatis terkunci setelah digunakan, sehingga tidak dapat dipindai untuk kedua kalinya.
Melalui digitalisasi ini, Pemko Padang berharap distribusi daging kurban dapat berlangsung lebih adil, efisien, dan profesional. Selain itu, pembagian daging kurban tahun ini juga diklaim lebih higienis dan ramah lingkungan karena tidak lagi menggunakan kantong plastik.
















