Kabarminang – Sejumlah wilayah di Kabupaten Tanah Datar dilanda bencana banjir dan tanah longsor akibat hujan berintensitas tinggi yang mengguyur daerah itu sejak Selasa (12/5/2026).
Kasi Kedaruratan BPBD Tanah Datar, Dodi Susilo, mengatakan hujan dengan durasi cukup lama memicu luapan sungai dan pergerakan tanah di sejumlah kecamatan. Wilayah terdampak paling parah berada di Kecamatan Lintau Buo, Tanjung Emas, dan Padang Ganting.
“Curah hujan yang tinggi dengan durasi cukup lama menyebabkan banjir, banjir bandang, dan longsor di beberapa kecamatan di Tanah Datar,” kata Dodi saat dihubungi, Rabu (13/5/2026).
Di Nagari Padang Ganting, luapan Batang Sungai Pagie merendam sejumlah permukiman warga. Selain itu, akses transportasi terganggu akibat longsor yang menutup dua titik di Jalan Bukit Putuih dan satu titik di Jorong Koto Gadang Hilir.
Sebanyak enam rumah warga di Simpang Kubu turut terdampak genangan air.
Sementara itu, dampak lebih parah terjadi di Nagari Taluak, khususnya kawasan Setangkai. Banjir bandang di wilayah tersebut menghanyutkan dua unit warung dan satu sepeda motor, serta merendam sebuah rumah makan.
Akibat kejadian itu, sebanyak 51 jiwa atau 12 kepala keluarga terpaksa mengungsi ke lokasi yang lebih aman.
Kondisi kritis juga dilaporkan terjadi di Nagari Saruaso. Puluhan rumah terendam banjir dan banyak warga sempat terisolasi akibat luapan air.















