Kabarminang – Akses jalan lintas Pasaman–Bukittinggi di kawasan Lurah Berangin, Ganggo Hilia, Kecamatan Bonjol, Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat, tertutup material longsor pada Jumat (8/5/2026) sekitar pukul 06.00 WIB. Akibat kejadian tersebut, kendaraan roda empat hingga kini belum dapat melintasi jalur tersebut.
Material tanah dari tebing setinggi sekitar 10 hingga 20 meter menutupi badan jalan dengan timbunan diperkirakan mencapai dua meter dan panjang sekitar lima hingga enam meter. Kondisi itu sempat menyebabkan antrean kendaraan mengular di lokasi kejadian.
Camat Bonjol, Ferta Daforsa, mengatakan dirinya sempat melintasi kawasan tersebut saat hendak mengantarkan anak ke sekolah dan mendapati antrean kendaraan sudah memanjang akibat longsor yang menutup akses jalan.
Sekitar pukul 08.00 WIB, kendaraan roda dua mulai dapat melintas meski masih dibantu oleh petugas dan warga di lokasi.
“Roda dua sudah bisa lewat, tetapi masih dibantu warga dan petugas,” kata Ferta kepada Sumbarkita.
Sementara itu, kendaraan roda empat masih belum dapat melintas karena material longsor belum sepenuhnya dibersihkan dari badan jalan. Pengendara diimbau untuk berhati-hati dan menggunakan jalur alternatif hingga proses penanganan selesai.
Ferta menyebutkan, kawasan tersebut tidak terdapat permukiman warga, namun merupakan jalur utama penghubung Pasaman dan Bukittinggi yang cukup padat dilalui kendaraan setiap hari. Ia juga menambahkan bahwa lokasi tersebut kerap terjadi longsor, bahkan kejadian serupa pernah terjadi sekitar satu bulan lalu di titik yang sama.
“Ini kejadian kedua di titik tersebut. Sebelumnya juga pernah longsor sekitar satu bulan lalu,” ujarnya.
Ia menambahkan lokasi longsor diperkirakan berjarak sekitar tiga kilometer dari kawasan permukiman warga, baik dari arah Lubuk Sikaping maupun Bonjol. Saat ini warga bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mulai melakukan pembersihan material longsor menggunakan alat sederhana seperti cangkul sambil menunggu alat berat tiba di lokasi.
“BPBD sudah datang membantu pembersihan. Untuk sementara masih menggunakan alat seadanya sambil menunggu alat berat dalam perjalanan,” katanya.
















