Kabarminang – Bank Nagari resmi membuka Kantor Cabang Pembantu (KCP) Baso di Kabupaten Agam, Rabu (6/5/2026), sebagai langkah memperluas layanan keuangan sekaligus memperkuat akses perbankan masyarakat di jalur strategis Bukittinggi–Payakumbuh.
Peresmian berlangsung meriah dan dihadiri sejumlah pejabat penting, tokoh masyarakat, serta jajaran pimpinan Bank Nagari. Hadir langsung Direktur Operasional Bank Nagari Sumatera Barat, Zilva Efrizon, Kepala Kantor Cabang Bank Nagari Bukittinggi Henry Suhairi, dan Bupati Agam Beni Warlis.
KCP Baso yang berdiri di Jalan Raya Bukittinggi–Payakumbuh KM 10 itu menjadi titik layanan baru yang diyakini akan menghidupkan aktivitas ekonomi masyarakat di kawasan Agam dan sekitarnya.
Lokasinya yang berada di jalur perdagangan padat dinilai sangat potensial untuk mendukung transaksi usaha, perdagangan pasar, hingga layanan keuangan masyarakat sehari-hari.
Dalam sambutannya, Zilva Efrizon menegaskan bahwa pembukaan KCP Baso merupakan bagian dari komitmen Bank Nagari untuk semakin dekat dengan masyarakat.
Menurutnya, akses layanan keuangan yang mudah akan menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi daerah.
“Dengan akses perbankan yang lebih luas, diharapkan aktivitas ekonomi masyarakat dapat semakin berkembang,” ujarnya.
Zilva juga menyampaikan apresiasi kepada Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) atas dukungan terhadap layanan transaksi Bank Nagari di lingkungan kampus.
Ia menilai sinergi dengan institusi pendidikan menjadi langkah strategis dalam memperluas layanan sekaligus meningkatkan literasi keuangan generasi muda.
“Sinergi antara Bank Nagari dengan institusi pendidikan seperti IPDN menjadi salah satu langkah strategis dalam memperluas jangkauan layanan serta meningkatkan literasi keuangan di kalangan generasi muda,” katanya.
Sementara itu, Bupati Agam Beni Warlis menilai lokasi KCP Baso sangat strategis karena berada di kawasan ABC (Ampek Angkek, Baso, Candung).
Menurutnya, kawasan tersebut merupakan titik temu aktivitas ekonomi dari tiga pusat perdagangan yang saling berdekatan.
“Potensi ekonominya luar biasa karena berada di pusat pertemuan tiga pasar dengan aktivitas transaksi yang tinggi setiap hari,” ungkapnya.
Kehadiran KCP Baso diharapkan mampu menjadi penghubung baru aktivitas ekonomi masyarakat, mulai dari pedagang pasar, pelaku UMKM, hingga kalangan pendidikan dan pemerintahan.
















