Kabarminang – Pertumbuhan ekonomi Sumatera Barat pada triwulan I 2026 tercatat mencapai 5,02 persen secara tahunan (year on year/yoy). Capaian tersebut menempatkan Sumbar di posisi empat besar pertumbuhan ekonomi tertinggi di Pulau Sumatera.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan pertumbuhan ekonomi nasional pada triwulan I 2026 berada di angka 5,61 persen. Sementara di Sumatera, Kepulauan Riau mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 7,04 persen, disusul Lampung 5,58 persen dan Sumatera Selatan 5,34 persen.
Sumatera Barat berada di posisi berikutnya dengan pertumbuhan 5,02 persen, lebih tinggi dibanding Sumatera Utara 4,98 persen, Riau 4,89 persen, Bengkulu 4,72 persen, Bangka Belitung 4,53 persen, Jambi 4,33 persen, dan Aceh 4,09 persen.
Kepala BPS Sumbar, Nurul Hasanudin, mengatakan capaian tersebut menunjukkan pemulihan ekonomi daerah mulai berjalan positif setelah sebelumnya mengalami tekanan akibat bencana alam pada akhir 2025.
“Meskipun masih di bawah rata-rata nasional, pertumbuhan ini meningkat dibanding triwulan sebelumnya yang sebesar 3,15 persen. Ini menunjukkan resiliensi yang cukup kuat di tengah pemulihan pascabencana,” ujar Hasanudin dalam jumpa pers di Kantor BPS Sumbar, Selasa (5/5/2026).
Menurutnya, kondisi ekonomi Sumbar pada periode Oktober–Desember 2025 sempat terdampak cukup berat akibat bencana alam yang memengaruhi aktivitas ekonomi di berbagai sektor.
Namun memasuki awal 2026, perekonomian Sumbar mulai menunjukkan perbaikan. Kenaikan pertumbuhan menjadi 5,02 persen dinilai sebagai sinyal pemulihan yang cukup signifikan di tengah dinamika ekonomi regional.
“Pertumbuhan ini tergolong signifikan mengingat pada periode Oktober–Desember 2025 Sumbar sempat mengalami tekanan ekonomi akibat bencana alam. Kondisi ini berbanding terbalik dengan banyak provinsi lain di Pulau Sumatera yang justru mengalami kontraksi atau pertumbuhan negatif,” katanya.















