Kabarminang – PT Bank Nagari tetap menjaga penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) pada kuartal I/2026 di tengah tekanan ekonomi akibat bencana yang melanda tiga provinsi, termasuk Sumatra Barat.
Direktur Kredit dan Syariah Bank Nagari, Hafid Dauli, mengatakan kondisi tersebut turut memengaruhi aktivitas ekonomi masyarakat, terutama pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang menjadi target utama KUR.
“Jika dibandingkan dengan periode yang sama pada kuartal I/2025, realisasi penyaluran KUR pada tahun 2026 mengalami sedikit penurunan,” kata Hafid, Selasa (5/5/2026).
Sepanjang kuartal I/2026, Bank Nagari menyalurkan KUR sebesar Rp294,13 miliar. Realisasi tersebut terdiri dari KUR konvensional Rp231,13 miliar kepada 1.147 debitur, serta KUR syariah Rp62,99 miliar kepada 351 nasabah.
Hafid menjelaskan, tekanan ekonomi pascabencana membuat sebagian pelaku UMKM cenderung lebih berhati-hati dalam menambah pembiayaan. Di sisi lain, perbankan juga memperkuat prinsip kehati-hatian dalam proses penyaluran kredit.
Meski demikian, penyaluran KUR masih didominasi sektor perdagangan, pertanian, dan industri pengolahan. Ketiga sektor ini dinilai memiliki peran strategis dalam menjaga aktivitas ekonomi masyarakat.
Sektor perdagangan tetap menjadi kontributor utama karena tingginya perputaran usaha dan kebutuhan modal kerja. Sementara sektor pertanian dan industri pengolahan berperan penting dalam menjaga ketahanan pangan serta mendukung rantai nilai produksi di daerah.
Sebaran KUR Terkonsentrasi di Tiga Wilayah
Penyaluran KUR Bank Nagari tercatat paling besar di tiga wilayah, yakni Kabupaten Pesisir Selatan, Kabupaten Pasaman Barat, dan Kota Padang.
Tingginya realisasi di daerah tersebut didorong oleh aktivitas ekonomi yang relatif kuat serta jumlah pelaku UMKM yang besar. Selain itu, akses layanan perbankan dan efektivitas jaringan pemasaran turut mendukung optimalisasi penyaluran.
Dalam kondisi tersebut, kualitas kredit masih terjaga. Hafid menyebut tunggakan kredit tetap terkendali meskipun terdapat tekanan akibat bencana.
“Kondisi tersebut mencerminkan bahwa kualitas kredit secara umum tetap terkendali, di tengah tantangan yang dihadapi oleh para debitur,” ujarnya.
Target Rp1,5 Triliun, Bank Nagari Andalkan Relaksasi dan Digitalisasi
Untuk mendorong percepatan ekspansi, Bank Nagari aktif melakukan sosialisasi dan edukasi kepada pelaku UMKM guna meningkatkan pemahaman terkait manfaat dan skema KUR.
Pada 2026, perseroan menargetkan penyaluran KUR sebesar Rp1,5 triliun dan optimistis realisasi pada kuartal II dapat melampaui target periode tersebut.
Optimisme ini diperkuat oleh kebijakan relaksasi bagi debitur terdampak bencana sesuai Peraturan Menteri Koordinator Nomor 2 Tahun 2026.
Kebijakan tersebut memberikan ruang keringanan bagi debitur agar tetap menjaga keberlangsungan usaha dan meningkatkan kapasitas pembiayaan.
Selain itu, Bank Nagari juga mengakselerasi penyaluran melalui penguatan tenaga pemasaran, pemanfaatan teknologi digital, serta peningkatan sinergi dengan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan.
















