Kabarminang – Pemerintah Kota Padang menggelar festival literasi selama 10 hari, mulai 24 April hingga 3 Mei 2026, sebagai upaya meningkatkan minat baca masyarakat sekaligus memperkuat ekosistem literasi di daerah.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Padang, Heriza Syafani, mengatakan kegiatan tersebut merupakan langkah awal kolaborasi antara pemerintah daerah dan pihak swasta dalam penguatan literasi.
“Event festival literasi ini kolaborasi antara Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Padang bersama dengan Gramedia,” ujarnya di Gedung Bagindo Aziz Chan Youth Center, Rabu (29/4/2026).
Ia berharap kerja sama ini tidak berhenti pada satu kegiatan saja, tetapi dapat berlanjut dalam berbagai program literasi ke depan.
Heriza mengungkapkan, berdasarkan penilaian Perpustakaan Nasional pada 2025, indeks pembangunan literasi masyarakat Kota Padang masih tergolong rendah, yakni sekitar 18 poin, jauh di bawah standar nasional sebesar 34 poin. Selain itu, tingkat kegemaran membaca masyarakat berada di angka 60 poin dan dinilai masih perlu ditingkatkan.
“Melalui event ini, kita berharap minat baca masyarakat bisa meningkat,” katanya.
Wali Kota Padang, Fadly Amran, menegaskan bahwa festival literasi menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam mendorong penguatan literasi, khususnya bagi generasi muda. Hal itu didukung dengan keberadaan gedung perpustakaan baru yang dilengkapi fasilitas youth center.
“Dengan semangat baru, gedung baru perpustakaan, dan dukungan dari berbagai pihak seperti buku dan lainnya, kita yakin literasi ini harus betul-betul kita dorong,” ujarnya.
Fadly juga menekankan pentingnya memberikan apresiasi kepada penulis dan pegiat literasi sebagai bagian dari strategi meningkatkan minat baca masyarakat.
















