Kabarminang – Universitas Andalas (Unand) menyiagakan 10 posko layanan dan informasi guna mendukung kelancaran pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2026. Posko tersebut dilengkapi layanan antar untuk membantu peserta yang kesulitan menemukan lokasi ujian atau berpotensi terlambat.
Koordinator Pelaksana UTBK Unand, Mahdhivan Syafwan, mengatakan posko layanan ditempatkan di berbagai titik strategis di lingkungan kampus. Fasilitas ini disiapkan untuk memastikan seluruh peserta dapat tiba di lokasi ujian tepat waktu.
“Untuk layanan UTBK di Unand, misal peserta yang kesulitan menemukan titik lokasi ujiannya atau hampir terlambat, kami menyediakan motor di setiap posko layanan informasi yang tersebar di seluruh area Unand untuk membantu peserta menuju lokasi ujian,” ujarnya saat ditemui, Selasa (21/4/2026).
Pelaksanaan UTBK di Unand berlangsung selama enam hari, mulai 21 hingga 26 April 2026. Ujian dibagi dalam 12 sesi dengan total peserta mencapai 14.315 orang, termasuk 11 peserta disabilitas non-tunanetra.
Mahdhivan menjelaskan, lokasi ujian tersebar di 13 titik yang mencakup berbagai fakultas, perpustakaan, dan laboratorium komputer. Secara keseluruhan, terdapat 59 ruangan ujian dengan kapasitas maksimal 20 peserta per ruangan.
Untuk mendukung kelancaran pelaksanaan, Unand juga menyiagakan tim kesehatan yang bertugas secara mobile di seluruh lokasi ujian. Sebanyak sembilan tenaga kesehatan disiapkan untuk memberikan penanganan cepat jika terdapat peserta yang mengalami gangguan kesehatan.
“Kita ada tim kesehatan yang standby patroli ke seluruh ruangan ujian. Jika ada peserta yang sakit, pengawas ujian akan langsung menghubungi posko agar tim kesehatan segera membantu,” katanya.
Ia menambahkan, layanan kesehatan tidak hanya mencakup kondisi fisik, tetapi juga pendampingan psikologis bagi peserta yang mengalami gugup saat ujian.
“Untuk yang mengalami gugup berlebihan, tim kesehatan juga mendampingi, tidak hanya fisik, tetapi juga psikis peserta, agar tidak memengaruhi hasil ujian,” ujarnya.
Selain itu, Unand turut menerjunkan enam orang tim monitoring dan evaluasi (monev) setiap hari guna memastikan pelaksanaan UTBK berjalan sesuai prosedur.
Bagi peserta dari luar daerah, pihak kampus juga menyediakan fasilitas hunian sementara berupa rumah susun (rusun) dan asrama yang dapat disewa oleh peserta maupun keluarga pendamping.
“Jika membutuhkan tempat tinggal sementara agar lebih dekat ke lokasi ujian, kami menyediakan rusun dan asrama yang bisa disewa. Ini untuk mengantisipasi kemacetan dan jarak tempuh yang cukup jauh dari pusat kota,” kata Mahdhivan.
Ia juga mengimbau peserta untuk mempersiapkan diri dengan baik sebelum mengikuti ujian, termasuk melakukan survei lokasi dan menjaga kondisi fisik.
“Peserta diharapkan sudah mengetahui lokasi ujian, serta sarapan sebelum ujian agar tidak drop. Jangan lupa membawa kartu peserta dan identitas diri,” tutupnya.
















