Kabarminang – Seorang ibu bernama Nuri Khairma mengungkapkan duka mendalam atas meninggalnya sang anak melalui unggahan di akun Instagram @nuri_khairma. Dalam unggahannya, ia menceritakan kronologi perawatan anaknya yang diduga mengalami kelalaian medis di RSUP M Djamil Padang.
Dalam serangkaian unggahan story, Nuri menyampaikan bahwa anaknya, Alceo Hanan Flantika, awalnya mengalami luka bakar akibat air panas. Ia menyebut luka tersebut tergolong ringan hingga sedang dan diyakini masih bisa sembuh tanpa meninggalkan bekas serius jika ditangani dengan cepat dan tepat.
Namun, menurut pengakuannya, penanganan medis yang diterima tidak sesuai harapan. Ia menilai pihak rumah sakit mengabaikan kondisi anaknya, bahkan membiarkan sang anak menahan rasa sakit dalam waktu lama. Nuri juga mengungkapkan bahwa jadwal tindakan medis, termasuk operasi, disebut terus tertunda hingga lebih dari 24 jam.
Selain itu, ia menyoroti kondisi anaknya yang disebut harus menahan lapar dalam waktu panjang menjelang tindakan medis. Ia juga menyebut anaknya ditempatkan di ruangan yang dinilai tidak sesuai, bercampur dengan pasien lain dengan berbagai penyakit, sehingga berisiko infeksi.
Dalam unggahan lain, Nuri mengaku telah berupaya mencari alternatif penanganan, termasuk rencana membawa anaknya ke luar negeri untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut. Bahkan, ia menyebut telah mempersiapkan evakuasi medis ke Singapura. Namun, menurutnya, tindakan tersebut terlambat dilakukan karena kondisi anaknya sudah semakin memburuk.
“Anak kami meninggal dunia setelah mendapat kelalaian yang panjang dari rumah sakit,” tulisnya dalam unggahan tersebut, dikutip Kamis (16/4/2026).
Ia juga mengaku telah berupaya berkomunikasi dengan pihak rumah sakit dan meminta penanganan lebih intensif, namun merasa tidak mendapatkan respons yang memadai. Dalam ceritanya, ia menyebut permintaan untuk percepatan tindakan medis justru mendapat penolakan.
Unggahan tersebut pun ramai diperbincangkan di media sosial dan memicu perhatian publik. Sejumlah warganet menyampaikan simpati sekaligus meminta adanya klarifikasi dari pihak rumah sakit terkait dugaan kelalaian tersebut.
Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari pihak RSUP M Djamil Padang terkait tudingan yang disampaikan keluarga korban. Sumbarkita sedang berupaya mengonfirmasi kasus ini ke pihak terkait. Perkembangan selanjutnya, akan disampaikan pada pemberitaan selanjutnya.















