Kabarminang — Pemerintah Kota (Pemko) Pariaman melakukan audiensi ke Kementerian Pertanian (Kementan) Republik Indonesia, Rabu (15/4/2026). Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari kunjungan Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman ke Pariaman, pada Selasa (14/4/2026).
Audiensi itu turut dihadiri Wali Kota Pariaman, Yota Balad, dan Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) Pariaman, Rudi Repenaldi Rilis.
Dalam audiensi tersebut, Yota memaparkan usulan program prioritas pembangunan sektor pertanian dengan total anggaran mencapai Rp23,9 miliar. Ia menekankan pentingnya keberlanjutan dukungan di sektor pertanian antara pusat, terutama untuk bantuan benih, irigasi, alsintan, dan hilirisasi komoditas unggulan daerah.
“Di luar proposal yang kami sampaikan, kami juga meminta kepada Pak Menteri untuk dapat memfasilitasi cetak sawah baru sebesar 500 hektare serta pompanisasi untuk saluran irigasi, serta hilirisasi komoditas unggulan daerah Pariaman ke kancah nasional dan internasional,” tuturnya.
Ia berharap usulan yang diajukan oleh Pemerintah Kota Pariaman ini dapat difasilitasi oleh Kementerian Pertanian, sehingga dapat meningkatkan percepatan pembangunan pertanian di wilayah tersebut.
Sementara itu, Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) Kota Pariaman, Rudi Repenaldi Rilis, mengatakan kehadiran Pemerintah Kota Pariaman dalam audiensi tersebut bukan sekadar seremonial. Ia menyebut Wali Kota Pariaman sebelumnya diminta secara khusus oleh pihak kementerian untuk memaparkan langsung kondisi sektor pangan daerah.
Ia melanjutkan, usulan program prioritas pembangunan sektor pertanian dengan total anggaran mencapai Rp23,9 miliar terdiri atas bantuan 4 unit drone pertanian senilai Rp1,2 miliar, bantuan pompa air Rp2,1 miliar, bantuan Rice Milling Unit (RMU) Rp1,8 miliar, bantuan benih padi bersertifikat Rp680 juta, bantuan pengembangan kelapa Rp1,07 miliar, rehabilitasi jaringan irigasi Rp6,94 miliar, bantuan sprayer Rp112,5 juta, bantuan ternak ayam buras Rp3,76 miliar, serta bantuan pembangunan rumah potong hewan (RPH) Rp6,3 miliar.
“Dari total Rp23,97 miliar yang diajukan, mayoritas sudah mendapat respons positif. Ini tentu menjadi angin segar bagi petani dan pelaku usaha pertanian di Pariaman,” kata Rudi.
Ia melanjutkan, apabila terealisasi, bantuan tersebut akan berdampak langsung terhadap peningkatan produktivitas pertanian, efisiensi biaya produksi, hingga penguatan hilirisasi hasil panen melalui RMU dan pembangunan RPH.
“Dengan dukungan ini, sektor pertanian di Kota Pariaman tidak hanya bertahan, tetapi bisa menjadi sektor unggulan yang mendorong pertumbuhan ekonomi lokal,” ujarnya.
Sementara itu, Mentan Amran Sulaiman mengatakan pemerintah pusat saat ini memfokuskan anggaran pertanian pada program yang langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, seperti cetak sawah, optimalisasi lahan, pompanisasi, irigasi, penguatan komoditas pangan, hortikultura, peternakan, dan perkebunan rakyat.
“Usulan daerah akan kita tindaklanjuti melalui koordinasi teknis dengan jajaran Kementerian Pertanian. Kami meminta kepala daerah agar terus berkomunikasi aktif dan memastikan program yang dijalankan benar-benar menyentuh kebutuhan petani. Kepala daerah harus siap dipanggil kapan saja, tanpa ada yang diwakilkan. Tujuannya satu: memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani,” ujarnya.
















