Kabarminang — Masyarakat Kota Padang dihebohkan oleh penemuan seorang mahasiswa Politeknik Negeri Padang inisial FDA (23) yang tewas tergantung di kamar kosnya di kawasan Jalan Jawa Gadut, Kecamatan Pauh, pada Sabtu (11/4/2026) pagi.
Berikut Sejumlah Fakta Terkait Penemuan Korban
Mahasiswa Jurusan Administrasi Bisnis
Berdasarkan penelusuran Sumbarkita di laman Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (pddikti.kemdiktisaintek.go.id), FDA merupakan mahasiswa jenjang diploma tiga Jurusan Administrasi Bisnis, Politeknik Negeri Padang. Ia tercatat mulai aktif kuliah pada 19 Mei 2023.
Warga Solok Selatan
Sebelumnya ada yang keliru dalam pemberitaan tersebut. Awalnya disebut bahwa ia orang Dharmasraya. Namun, belakangan diketahui warga Bangun Rejo, Nagari Lubuk Gadang Selatan, Kecamatan Sangir, Solok Selatan.
“Dia orang Solok Selatan,” kata Kepala Polsek Pauh, AKP Edi Harto, mengklarifikasi informasi yang ia berikan sebelumnya. Dalam keterangan tertulis yang ia kirimkan sebelumnya kepada media massa, termasuk kepada Sumbarkita, mahasiswa berinisial FDA (23 tahun) itu berasal dari Dharmasraya.
Ditemukan Tergantung di Kamar Kos
Edi Harto, mengatakan FDA ditemukan dalam kondisi tergantung pada tali di pintu kamar mandi kosannya pada Sabtu (11/4/2026) pagi. Pihaknya mendapatkan laporan itu pukul 09.30 WIB.
Ia menginformasikan bahwa jenazah FDA kali pertama diketahui oleh pemilik kos, Mesi (25 tahun). Mesi mendatangi kamar FDA karena diminta bantuan oleh orang tua korban, yang tidak dapat menghubungi pemuda tersebut.
Saat tiba di lokasi, Mesi sempat memanggil dan mengetuk pintu kamar, tetapi tidak mendapatkan jawaban. Karena curiga, ia kemudian membuka pintu menggunakan kunci cadangan. Setelah membuka pintu, Mesi terkejut melihat FDA tergantung di dalam kamarnya dengan bau menyengat.
Ada Wasiat di Lokasi Kejadian
Di kamar kosan FDA, polisi menemukan sebuah pesan yang diduga ditulis tangan oleh mahasiswa itu dalam buku. Dalam pesan tersebut, FDA meminta siapa pun yang menemukan catatan itu untuk membuka ponsel miliknya.
“Siapapun yang baca buku ini tolong buka HP dan WA ku. Ada pesan untuk keluargaku yang aku lakukan ini dan baca pesan WA ku.” Demikian isi pesan tertulisnya.
Kepala Polsek Pauh, AKP Edi Harto, mengatakan bahwa pesan dalam WhatsApp tersebut ditulis dalam bahasa Jawa. Namun, saat itu ia belum merinci isi pesan tersebut secara detail karena sedang menyerahkan jenazah FDA kepada keluarganya di Rumah Sakit Bhayangkara Padang.















