Kabarminang — Pemerintah Kota Payakumbuh melalui BPBD menggelar sosialisasi mitigasi bencana dan simulasi evakuasi bagi guru dan siswa SLB B Aua Kuning, Payakumbuh Selatan, Senin (6/4/2026). Kegiatan ini diikuti 50 siswa dan 12 guru dengan durasi pelaksanaan selama tiga jam, mulai pukul 09.00 hingga 12.30 WIB.
Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Tim Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) BPBD Kota Payakumbuh, Meri Handayani.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Payakumbuh, Devitra, mengatakan, kegiatan ini merupakan tindak lanjut atas arahan Wali Kota Payakumbuh, Zulmaeta, dalam memperkuat mitigasi bencana yang inklusif, termasuk bagi kelompok rentan seperti penyandang disabilitas, lansia, anak-anak, dan perempuan.
Ia mengatakan kegiatan ini berfokus untuk memastikan aksesibilitas informasi, fasilitas evakuasi, dan perencanaan bagi semua orang tanpa terkecuali.
“Kegiatan ini sangat penting dan spesifik karena siswa SLB sebagai penyandang disabilitas memiliki keterbatasan fisik, intelektual, mental, atau sensorik yang membutuhkan pendekatan khusus dalam penanggulangan bencana,” katanya, Rabu (8/4/2026).
Ia melanjutkan, penyandang disabilitas kerap menghadapi hambatan dalam berinteraksi dengan lingkungan, terutama dalam situasi darurat.
“Dalam kondisi bencana, mereka berpotensi mengalami kesulitan untuk merespons dengan cepat. Karena itu, kami hadir untuk memberikan pemahaman sekaligus keterampilan dasar penyelamatan diri,” ujarnya.
Ia menekankan edukasi mitigasi bencana harus disertai praktik langsung agar lebih efektif dan mudah dipahami.
“Kami tidak hanya menyampaikan materi, tetapi juga melakukan simulasi evakuasi agar siswa dan guru terbiasa serta tidak panik saat menghadapi kondisi darurat,” ujarnya.
Ia melanjutkan, tujuan akhir dari kegiatan ini adalah membangun kemandirian dan kesiapsiagaan warga sekolah, sehingga mereka dapat bertindak cepat dan tepat sesuai dengan kemampuan masing-masing.















