Kabarminang – Pihak SMA Pertiwi 2 Padang angkat bicara soal kondisi siswa berinisial B yang disebut depresi hingga dirawat di RSJ usai diduga dibully empat teman. Sekolah menyebut, kondisi mental korban sudah terjadi sejak lama.
Pernyataan itu disampaikan menyusul beredarnya video yang menarasikan dugaan perundungan (bullying) oleh empat siswa terhadap korban. Video tersebut viral sejak Senin (6/4/2026) dan memicu berbagai reaksi publik.
Dalam video yang beredar, empat pelajar berseragam putih abu-abu dituding sebagai pelaku bullying. Narasi dalam unggahan menyebut korban mengalami tekanan mental hingga harus menjalani perawatan di RSJ.
“Pembulian dan pengancaman kepada anak kami, anak kami mengalami depresi dan dirawat di RSJ akibat perlakuan empat orang ini,” tulis keterangan dalam video tersebut.
Video itu juga disertai suara yang diduga dari pihak keluarga korban yang memperlihatkan wajah para siswa inisial A, dua siswa berinisial BA, dan F sambil melontarkan pernyataan bernada peringatan.
Sekolah Sebut Kondisi Korban Sudah Lama
Terkait kondisi korban yang disebut mengalami depresi, pihak sekolah menyebut hal itu tidak sepenuhnya berkaitan dengan kejadian tersebut.
Menurut Kepala sekolah SMA Pertiwi 2 Padang, Syafril, berdasarkan informasi dari orang tua, korban telah memiliki riwayat gangguan psikologis sejak SMP, yang dipicu oleh persoalan keluarga.
“Terkait kondisi korban, dari informasi yang ada, yang bersangkutan memang memiliki kondisi psikologis tertentu yang telah dialami sebelumnya. Salah satunya dipicu oleh pengalaman pribadi di masa lalu, bukan disebabkan oleh kejadian (viral) ini,” sebutnya di hadapan awak media pada Rabu (8/4/2026).
Menurutnya perubahan perilaku sudah terlihat sejak lama, seperti menarik diri dan penurunan prestasi. Jadi tidak tepat jika dikaitkan sepenuhnya dengan kejadian ini.














