Kabarminnag — Gempa berkekuatan magnitudo 5,7 mengguncang Kepulauan Mentawai pada Sabtu (4/4/2026) pukul 18.21 WIB. Gempa ini tidak berpotensi tsunami.
Pelaksana Tugas Direktur Gempabumi dan Tsunami Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Rahmat Triyono, mengatakan gempa berada pada koordinat 2,12° Lintang Selatan dan 99,97° Bujur Timur. Lokasi episenter tepatnya berada di laut sekitar 43 kilometer arah tenggara Tuapejat, dengan kedalaman 40 kilometer.
“Berdasarkan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas subduksi lempeng. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault),” katanya dalam keterangan tertulis.
Ia menjelaskan, getaran gempa dirasakan di sejumlah wilayah dengan intensitas berbeda. Di Padang, Kabupaten Padang Pariaman, dan Kota Pariaman, gempa dirasakan dengan skala intensitas III–IV MMI, yakni dirasakan banyak orang di dalam rumah.
Sementara itu, di Kabupaten Solok dan Kota Solok, intensitas gempa tercatat II–III MMI, yang berarti getaran terasa nyata di dalam rumah seperti truk yang melintas.
Adapun di Bukittinggi, Kota Padang Panjang, Kota Payakumbuh, Kabupaten Sijunjung, Kabupaten Dharmasraya, dan Kabupaten Solok Selatan, gempa dirasakan dengan skala II MMI, yaitu getaran dirasakan oleh beberapa orang dan benda ringan yang digantung tampak bergoyang.
“Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi ini tidak berpotensi tsunami. Hingga pukul 18.43 WIB, hasil pemantauan BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa susulan (aftershock),” tuturnya.
Ia mengimbau masyarakat agar hanya mengakses informasi resmi dari BMKG melalui kanal komunikasi yang telah terverifikasi, seperti media sosial @infoBMKG, situs resmi bmkg.go.id dan inatews.bmkg.go.id, kanal Telegram InaTEWS_BMKG, serta aplikasi mobile WRS-BMKG dan InfoBMKG.















