Kabarminang — Seorang warga Maninjau, Agam, tertipu transaksi daring (online) saat ingin membeli sepeda motor bekas. Penipu mengatasnamakan perusahaan pembiayaan ternama.
Korban bernama Irsyad Nazif (23 tahun), warga Korong Paninjauan, Nagari Paninjauan, Kecamatan Tanjung Raya.
Irsyat menceritakan bahwa awalnya ia melihat penawaran sepeda motor bekas di Instagran dengan harga yang relatif murah. Ia kemudian menghubungi penjual yang mengaku bernama Rima Rosdiana. Pelaku menyebut dirinya bagian dari PT Adira Dinamika Multi Finance dan menyebut alamat lengkap kantor perusahaan pembiayaan itu di Pekanbaru.
“Awalnya saya percaya karena dia bawa-bawa nama perusahaan besar. Dia juga kirimkan foto-foto motor dan dokumen seperti STNK,” kata Irsyat kepada Kabarminang.com pada Rabu (25/3).
Irsyat mengatakan bahwa pelaku juga memperkenalkan pihak lain bernama Agus Siswanto, yang mengaku sebagai penanggung jawab pengiriman dari perusahaan logistik. Karena itu, ia makin percaya bahwa transaksi tersebut aman.
Irsyat kemudian diminta untuk mentransfer uang muka sebagai syarat pengiriman kendaraan. Ia menerangkan bahwa pelaku mengarahkannya untuk membayar ke rekening yang disebut sebagai bendahara showroom di Bank Rakyat Indonesia atas nama Haryadi.
“Dia bilang ini rekening bendahara showroom. Jadi, saya pikir resmi. Saya transfer lebih dari Rp4 juta untuk DP (uang muka) dan biaya pengurusan,” ujarnya.
Namun, setelah uang ditransfer, kata Irsyat, sepeda motor yang dijanjikan tak kunjung dikirim. Ia mengatakan bahwa pelaku mulai sulit dihubungi hingga akhirnya menghilang tanpa jejak.
“Saya mulai curiga karena setelah transfer, komunikasinya berubah. Lama-lama nomor saya tidak direspons lagi. Motor tidak ada, uang juga hilang,” kata Irsyat.
Gunakan dokumen palsu berbasis AI
Irsyat mengungkapkan bahwa pelaku sempat mengirimkan dokumen kendaraan seperti STNK sebagai bukti kepemilikan. Namun, belakangan diketahui bahwa dokumen tersebut diduga palsu dan dibuat menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI).
Selain itu, saat diminta untuk melakukan video call atau memperlihatkan kondisi motor secara langsung, kata Irsyar, pelaku menolak dengan berbagai alasan.
“Dia bilang takut disalahgunakan oleh oknum. Katanya, nanti setelah DP baru dikirim dokumentasi lengkap. Di situ saya mulai ragu, tapi sudah terlanjur transfer,” ucapnya.
Irsyat berharap kejadian yang dialaminya menjadi pelajaran bagi masyarakat untuk lebih berhati-hati.
“Saya harap tidak ada lagi yang jadi korban seperti saya. Jangan mudah percaya, apalagi kalau disuruh transfer ke rekening pribadi,” katanya.














