Kabarminang – Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman mempercepat upaya pemulihan akses vital yang menghubungkan tiga nagari di Kecamatan 2×11 Kayu Tanam pascaambruknya Jembatan Anduriang akibat banjir bandang dan galodo pada November 2025.
Langkah percepatan itu diwujudkan melalui rencana pembangunan jembatan darurat jenis Bailey yang akan segera direalisasikan pada awal April 2026. Pembangunan ini dilakukan bekerja sama dengan Polda Sumatera Barat dan Korps Brimob.
Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Azis, mengatakan pembangunan jembatan darurat menjadi prioritas untuk mengembalikan mobilitas masyarakat serta memulihkan aktivitas ekonomi yang terdampak.
“Alhamdulillah, atas bantuan dari Bapak Kapolda melalui Komandan Brimob, di Anduriang ini akan kita bangun jembatan Bailey. InsyaAllah awal April kita laksanakan,” ujarnya.
Sejak jembatan utama ambruk, akses antara Nagari Kayu Tanam, Nagari Anduriang, dan Nagari Guguak terputus. Kondisi ini berdampak pada sekitar 30 ribu warga, terutama dalam distribusi hasil pertanian dan aktivitas harian.
Saat ini, masyarakat masih mengandalkan rakit darurat sebagai sarana penyeberangan. Meski membantu, fasilitas tersebut dinilai berisiko dan tidak memenuhi standar keselamatan.
Pemkab Padang Pariaman menilai kehadiran jembatan Bailey akan menjadi solusi sementara yang efektif hingga pembangunan jembatan permanen dapat direalisasikan.
Dansat Brimob Polda Sumbar, Lukman Syafri Dandel Malik, menjelaskan bahwa konstruksi jembatan Bailey akan memiliki panjang sekitar 60 meter dengan lebar 4 meter, hasil penggabungan dua unit jembatan masing-masing sepanjang 30 meter.
“Sebelum pemasangan, akan dibangun pondasi di kedua sisi sungai dengan peninggian 2 hingga 3 meter untuk mengantisipasi banjir susulan,” katanya.
Proses pembangunan ditargetkan selesai dalam waktu sekitar tiga minggu setelah pondasi rampung.
Dengan percepatan ini, Pemkab Padang Pariaman berharap akses utama yang menghubungkan kawasan tersebut, termasuk jalur menuju Pasar Kayu Tanam, dapat segera kembali normal sehingga roda perekonomian masyarakat bisa pulih.















