Kabarminang – Gunung marapi di Kabupaten Agam kembali mengalami erupsi kuat pada Sabtu malam (14/3/2026). Letusan tersebut diawali dengan dentuman keras yang bahkan membuat kaca rumah warga di sekitar lereng gunung bergetar.
Salah seorang tokoh masyarakat di Jorong Cangkiang, Nagari Batu Taba, Kabupaten Agam, , mengaku menyaksikan langsung momen erupsi tersebut. Wilayah tempat tinggalnya berada sekitar 9 kilometer dari kawah gunung.
Menurut Hatta, dentuman keras terdengar sesaat sebelum muncul pijaran serta kilatan api dari arah kawah, yang kemudian diikuti suara gemuruh.
“Usai terjadi dentuman, saya langsung lari keluar rumah karena sudah tahu gunung meletus. Di luar saya menyaksikan pemandangan menakjubkan berupa guguran dan kilatan api,” ujarnya.
Ia menjelaskan fenomena tersebut berlangsung cukup lama dan tetap terlihat jelas meskipun saat itu cuaca sedang gerimis.
“Baru sekali ini saya melihat langsung letusan dengan kilatan api seperti ini. Ada beberapa warga yang juga melihat hal serupa,” tambahnya.
Sementara itu, Pos Pengamatan Gunung Api melaporkan bahwa erupsi terjadi pada pukul 23.29 WIB. Namun, petugas belum dapat mengamati tinggi kolom abu akibat kondisi pengamatan yang terbatas pada malam hari.
Berdasarkan catatan seismogram, erupsi tersebut terekam dengan amplitudo maksimum 30,2 mm dan durasi sekitar 3 menit 21 detik.
















