Kabarminang — Suasana kepulangan jemaah umrah asal Sumatera Barat tampak ramai di Bandara Internasional Minangkabau (BIM), Padang Pariaman, Senin (9/3/2026). Para jemaah tiba di Tanah Air setelah menunaikan ibadah umrah selama kurang lebih 13 hari di Tanah Suci.
Pantauan Sumbarkita di area kedatangan bandara pukul 10.55 WIB, sebagian jemaah mengenakan syal atau atribut perjalanan umrah. Mereka tampak menunggu proses penjemputan sambil beristirahat setelah perjalanan udara dari Arab Saudi. Sejumlah koper milik jemaah juga tampak berjajar di trotoar depan gedung bandara.
Selain itu, arus kendaraan penjemput juga terlihat datang dan pergi di area drop-off penumpang.
Seorang jemaah umrah asal Bukittinggi, Zulfina (50), mengatakan kondisi di Tanah Suci tetap aman selama menjalankan ibadah umrah meski sempat mendengar kabar mengenai situasi perang di kawasan Timur Tengah.
Ia melanjutkan, dirinya berangkat menunaikan ibadah umrah pada 25 Februari 2026 dan kembali ke Tanah Air pada 9 Maret 2026. Selama berada di Arab Saudi, aktivitasnya bersama rombongan jemaah lebih banyak berlangsung di hotel dan masjid.
Ia menyebut tidak mengalami kendala selama umrah, namun sempat cemas setelah mendengar kabar konflik Timur Tengah saat ini.
“Ada kecemasan pasti, karena keluarga menelpon menanyakan kondisi di sana, tapi kami tidak berdampak langsung dari situasi perang. Selama berada di Tanah Suci, aktivitas kami cuma di hotel dan masjid saja,” ucapnya ditemui Sumbarkita.
Ia mengatakan kondisi di sekitar Masjidil Haram dan area ibadah kondusif.
















