Kabarminang – Puluhan calon jemaah umrah di Kabupaten Tanah Datar gagal berangkat ke Tanah Suci setelah menjadi korban penipuan oleh seorang agen perjalanan umrah. Polisi mengungkap, tersangka menawarkan paket umrah dengan harga jauh lebih murah untuk menarik minat korban.
Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Tanah Datar, AKP Surya Wahyudi, mengatakan agen tersebut berinisial MY (47), warga Jorong Pasar, Nagari Baringin, Kecamatan Lima Kaum. Ia diketahui merupakan agen PT Arminareka Perdana Subcabang Batusangkar.
Dari hasil penyelidikan, polisi mencatat sebanyak 83 orang menjadi korban dengan total kerugian mencapai Rp3.768.412.000.
Para korban terdiri dari beberapa kelompok keberangkatan, yakni 34 orang kloter Desember 2025, 12 orang kloter Januari 2026, 34 orang kloter Februari 2026, tiga orang calon haji plus, serta tiga orang lainnya yang telah memesan kursi keberangkatan pada Juni 2026.
“Saat ini penyidik fokus menyidik laporan korban kloter Desember 2025. Sementara laporan dari kloter lainnya masih dilakukan pendalaman,” kata Surya, Rabu (5/3/2026).
Kasus ini terungkap setelah 34 calon jemaah kloter Desember 2025 melapor ke Polres Tanah Datar pada 31 Desember 2025. Mereka seharusnya berangkat umrah pada 29 Desember 2025, namun perjalanan tersebut batal tanpa kejelasan.
Sebelumnya, pada 25 Desember 2025, suami MY menyampaikan kepada para jemaah di kantor perwakilan PT Arminareka Perdana Subcabang Batusangkar bahwa keberangkatan dibatalkan. Ia mengaku tidak bisa menghubungi MY sejak mengantarkannya ke Terminal Dobok atau Terminal Bus Piliang di Batusangkar pada 20 Desember 2025.
Polisi kemudian mengungkap modus yang digunakan tersangka, yakni menawarkan paket umrah murah mulai Rp28,8 juta hingga Rp35,6 juta per orang. Bahkan MY memberikan promo satu orang gratis jika empat orang mendaftar sekaligus.
















