Jumat, Mei 15, 2026
kabarminang.com
  • Peristiwa
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Kabar Sumbar
  • Kabar Rantau
  • Ranah Minang
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Ekonomi & Bisnis
No Result
View All Result
kabarminang.com
  • Peristiwa
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Kabar Sumbar
  • Kabar Rantau
  • Ranah Minang
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Ekonomi & Bisnis
kabarminang.com
No Result
View All Result
  • Peristiwa
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Kabar Sumbar
  • Kabar Rantau
  • Ranah Minang
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Ekonomi & Bisnis

6 Tradisi Khas Masyarakat Minang Sambut Ramadan, Sarat Makna dan Kebersamaan

Redaksi
Selasa, 17 Februari 2026 12:38
in Ramadhan
Ilustrasi ibu-ibu malamang. IST

Ilustrasi ibu-ibu malamang. IST


Kabarminang – Bulan suci Ramadan tinggal menghitung hari. Di Sumatera Barat, momen menjelang puasa selalu diwarnai berbagai tradisi khas yang telah diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat Minangkabau.

Tradisi tersebut bukan sekadar kegiatan budaya, tetapi juga sarat makna spiritual, kebersamaan, serta penguatan hubungan keluarga dan sosial di tengah masyarakat. Bahkan, sejumlah tradisi akan terasa lebih ramai dan semarak menjelang masuknya Ramadan dibandingkan bulan-bulan lainnya.

Berikut enam tradisi unik masyarakat Minangkabau dalam menyambut bulan suci Ramadan:

  1. Malamang

Malamang merupakan tradisi memasak lamang (lemang) menggunakan bambu yang dibakar di atas bara api. Tradisi ini lazim dilakukan secara gotong royong menjelang Ramadan, Idul Fitri, maupun Idul Adha.

Selain sebagai persiapan makanan khas, Malamang juga menjadi momen berkumpul keluarga dan warga kampung, sehingga mempererat silaturahmi dan kebersamaan di tengah masyarakat.

  1. Balimau

Balimau adalah tradisi mandi bersama yang dilakukan masyarakat di sejumlah wilayah di Sumbar sebelum memasuki bulan Ramadan. Biasanya, tradisi ini dilaksanakan menjelang petang dengan mendatangi sungai atau tempat pemandian.

Istilah balimau berasal dari penggunaan limau (jeruk nipis) saat mandi yang secara tradisional dipercaya mampu membersihkan tubuh dari kotoran dan minyak. Tradisi ini telah berlangsung sejak lama dan masih dipertahankan hingga kini.

  1. Mambarasiahan Pusaro

Mambarasiahan Pusaro merupakan tradisi ziarah ke makam keluarga yang telah meninggal dunia menjelang Ramadan. Tradisi ini umumnya dilakukan bersama keluarga besar, bahkan melibatkan warga satu kampung.

Kegiatan ini menjadi bentuk penghormatan kepada leluhur sekaligus momentum untuk mendoakan keluarga yang telah berpulang sebelum memasuki bulan suci.

  1. Manjalang Mintuo

Manjalang Mintuo adalah tradisi kunjungan menantu perempuan ke rumah mertua menjelang Ramadan. Dalam pelaksanaannya, menantu biasanya datang bersama orang tua atau kerabat sambil membawa hidangan khas, seperti lamang atau makanan tradisional lainnya.

Tradisi ini memiliki makna menjaga hubungan kekeluargaan, terutama bagi keluarga yang merantau, sekaligus memperkuat nilai adat dalam kehidupan masyarakat Minangkabau.

  1. Marandang

Marandang atau memasak rendang menjadi tradisi yang hampir dilakukan di berbagai daerah di Sumatera Barat menjelang Ramadan. Proses memasak yang memakan waktu lama mencerminkan kesabaran dan ketekunan.

Rendang yang dimasak biasanya disiapkan sebagai stok makanan selama Ramadan, bahkan dapat bertahan hingga Lebaran. Tradisi ini juga membuat suasana dapur menjadi lebih hangat karena dikerjakan secara bersama-sama.

  1. Maapam

Di Kabupaten Pasaman Barat, terdapat tradisi Maapam yang dilakukan menjelang bulan Rajab atau sebelum Ramadan. Tradisi ini dilakukan dengan membuat apam, makanan tradisional berbahan tepung beras yang dimasak tanpa digoreng dan berbentuk bulat besar.

Bentuk bulat pada apam memiliki makna simbolis dalam kepercayaan masyarakat setempat. Tradisi ini dilaksanakan secara gotong royong dari awal hingga akhir.
Sementara itu, di Pariaman dikenal tradisi serupa bernama Sambareh, dengan bentuk mirip serabi namun berbeda dari segi rasa dan cara pengolahan.

Tradisi-tradisi tersebut menunjukkan kuatnya nilai adat dan budaya masyarakat Minangkabau dalam menyambut Ramadan. Selain menjadi bentuk persiapan spiritual, tradisi ini juga mempererat silaturahmi serta menjaga kearifan lokal agar tetap lestari di tengah perkembangan zaman.


Tags: BalimauBudaya Minangbudaya sumatera baratmaapamMalamangmanjalang mintuoMarandangramadan sumbarTradisi Minangkabautradisi ramadan

Berita Terkait

Apakah Lebaran 2026 Akan Serentak? Ini Prediksi dan Perbedaannya

Apakah Lebaran 2026 Akan Serentak? Ini Prediksi dan Perbedaannya

18 Maret 2026
Sidang Isbat Ramadan 2026 Digelar 17 Februari, Sumbar Pantau Hilal di 15 Titik

Awal Syawal 1447 H Ditentukan 19 Maret, Sumbar Siapkan 15 Lokasi Rukyat

17 Maret 2026
Hilal Tak Mungkin Terlihat 18 Maret, Lebaran Arab Saudi Diperkirakan Jumat

Hilal Tak Mungkin Terlihat 18 Maret, Lebaran Arab Saudi Diperkirakan Jumat

17 Maret 2026
Kapolres Dharmasraya Sambut Perantau Pulang Basamo 2026, Kloter Pertama Tiba di Sitiung

Kapolres Dharmasraya Sambut Perantau Pulang Basamo 2026, Kloter Pertama Tiba di Sitiung

11 Maret 2026
Tips Memaksimalkan Ibadah saat Ramadan dengan Kecerdasan Emosional

Tips Memaksimalkan Ibadah saat Ramadan dengan Kecerdasan Emosional

2 Maret 2026
Pola Tidur Berubah saat Puasa? Ini Cara Menjaganya Tetap Sehat

Pola Tidur Berubah saat Puasa? Ini Cara Menjaganya Tetap Sehat

23 Februari 2026
Next Post
Jemaah Tarekat Naqsabandiyah di Padang Salat Tarawih Tadi Malam, Puasa Hari Ini

Jemaah Tarekat Naqsabandiyah di Padang Salat Tarawih Tadi Malam, Puasa Hari Ini

Tinggalkan Komentar

TERPOPULER

Terlindas Truk Tabung LPG, Kaki Pengendara Motor di Padang Putus

Terlindas Truk Tabung LPG, Kaki Pengendara Motor di Padang Putus

13 Mei 2026

Anak Kalah Berkelahi, Pria di Payakumbuh Balas Dendam Tusuk Musuh Putranya

Anak Kalah Berkelahi, Pria di Payakumbuh Balas Dendam Tusuk Musuh Putranya

9 Mei 2026

David Wewe Katim Klewang, Polisi Pertama di Sumbar Calon Penerima Hoegeng Award

David Wewe Katim Klewang, Polisi Pertama di Sumbar Calon Penerima Hoegeng Award

12 Mei 2026

Ustad Pemimpin Pondok Tahfiz di Tanah Datar Dilaporkan Cabuli Santri Laki-Laki

Ustad Pemimpin Pondok Tahfiz di Tanah Datar Dilaporkan Cabuli Santri Laki-Laki

11 Mei 2026

Tiga Orang Dikabarkan Tewas dalam Tabrakan Beruntun di Padang, Dua Mobil Pribadi Hancur

Tiga Orang Dikabarkan Tewas dalam Tabrakan Beruntun di Padang, Dua Mobil Pribadi Hancur

10 Mei 2026

Kronologi Tabrakan 6 Kendaraan di Padang, 4 Orang Tewas dan 10 Luka-luka

Kronologi Tabrakan 6 Kendaraan di Padang, 4 Orang Tewas dan 10 Luka-luka

10 Mei 2026

Motor dan Bus ALS Tabrakan di Pasaman Barat, Pelajar 16 Tahun Tewas di Tempat

Motor dan Bus ALS Tabrakan di Pasaman Barat, Pelajar 16 Tahun Tewas di Tempat

9 Mei 2026

Informasi

  • Privacy Policy
  • Redaksi & Perusahaan
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami

Berita

  • Peristiwa
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Ranah Minang
  • Kabar Sumbar
  • Kabar Rantau

© 2026 Kabarminang.com  All right reserved

  • Peristiwa
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Ranah Minang
  • Kabar Sumbar
  • Kabar Rantau
  • Privacy Policy
  • Redaksi & Perusahaan
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami

© 2026 Kabarminang.com All right reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Advertorial
  • Artikel & Opini
  • Bank Nagari
  • DPRD Sumatera Barat
  • Ekonomi & Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Hukum & Kriminal
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pemilu
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Ranah Minang
  • Pilkada
  • Politik
  • PT Semen Padang
  • Ramadhan
  • Tekno
  • Kabar Sumbar
  • Kabupaten Dharmasraya
  • Kabupaten Limapuluh Kota
  • Kabupaten Padang Pariaman
  • Kabupaten Pasaman Barat
  • Kabupaten Sijunjung
  • Kabupaten Solok
  • Kabupaten Solok Selatan
  • Kota Bukittinggi
  • Kota Padang
  • Kota Padang Panjang
  • Kota Pariaman
  • Kota Payakumbuh
  • Kota Solok
  • Kabar Rantau

© 2025 KabarMinang.com.