Kabarminang – Pencarian korban bencana galodo di Jorong Toboh, Nagari Malalak Timur, Kecamatan Malalak, Kabupaten Agam, masih menyisakan satu nama. Seorang ibu rumah tangga bernama Yar (49) yang dilaporkan hilang sejak galodo November lalu, hingga kini belum ditemukan, meski jenazah balita korban galodo telah lebih dulu ditemukan.
Sebelumnya, warga setempat digegerkan dengan penemuan jenazah balita laki-laki, Afnan Syabil Kareem (1,5 tahun), pada Minggu (18/1/2026) saat kegiatan gotong royong pembersihan material galodo.
Penemuan tersebut sekaligus mengonfirmasi bahwa balita itu merupakan korban bencana galodo. Namun, di balik duka tersebut, harapan keluarga korban lain masih bergantung pada proses pencarian yang terus dilakukan.
Camat Malalak, Ulya Satar, mengatakan bahwa hingga saat ini pihak kecamatan bersama unsur terkait masih berupaya melakukan pencarian terhadap Yar. Medan yang berat serta timbunan material galodo menjadi kendala utama dalam proses pencarian.
“Setelah ditemukannya korban balita, masih ada satu warga lagi yang belum ditemukan, yakni atas nama Yar, usia 49 tahun. Pencarian tetap dilanjutkan sesuai dengan prosedur,” ujar Ulya Satar.
Ia menambahkan, area pencarian difokuskan di sekitar aliran material galodo dan titik-titik yang diduga menjadi lokasi terakhir korban terlihat. Aparat nagari, relawan, serta masyarakat setempat masih terlibat aktif dalam upaya pencarian tersebut.
Pemerintah Kecamatan Malalak juga kembali mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi bencana susulan, mengingat kondisi tanah dan cuaca di wilayah tersebut masih labil. Selain itu, warga diminta untuk segera melaporkan apabila menemukan tanda-tanda yang dapat membantu proses pencarian korban.
Hingga kini, bencana galodo di Kabupaten Agam telah menimbulkan korban jiwa dan meninggalkan duka mendalam bagi masyarakat Malalak Timur. Pemerintah daerah bersama instansi terkait terus melakukan penanganan pascabencana, termasuk pencarian korban yang masih hilang serta pemulihan wilayah terdampak.
















