Kabarminang — Setelah tujuh hari pencarian intensif, tim SAR gabungan resmi menghentikan operasi pencarian terhadap Rama (13), remaja hanyut di sungai Batang Sikerbau, Nagari Ujung Gading, Kecamatan Lembah Melintang, Pasaman Barat. Sungai itu merupakan habitat buaya.
Komandan Pos SAR Pasaman, Novi Yurandi, mengatakan bahwa penghentian operasi dilakukan pada Sabtu (10/1/2026) 17.15 WIB setelah semua upaya pencarian dinilai tidak lagi efektif. Ia mengatakan bahwa pencarian korban dilanjutkan dengan pemantauan saja.
“Berdasarkan kesepakatan pihak keluarga, tim SAR gabungan, dan perangkat nagari, operasi SAR kemudian dihentikan dan akan dibuka kembali apabila ditemukan tanda-tanda keberadaan korban. Berita acara penghentian pencarian ditandatangani oleh ayah korban. Keluarga korban sudah ikhlas menerima kehilangan korban.,” tuturnya.
Randi mengatakan bahwa sungai tempat korban hilang memang habitat buaya. Selama pencarian, katanya, tiap hari tim gabungan menemukan buaya.
“Tempat korban mandi-mandi dekat dengan sarang buaya,” ucapnya.
Perihal pencarian, Randi mengatakan bahwa tim SAR gabungan melakukan pencarian dengan cakupan area sekitar 18 kilometer yang dibagi ke dalam dua unit pencarian dan penyelamatan. Tim pertama melakukan penyisiran menggunakan perahu rafting dari lokasi kejadian menuju titik A sejauh 8,5 kilometer. Sementara itu, tim kedua melanjutkan pencarian dari titik A menuju titik B menggunakan LCR dengan jarak sekitar 9,5 kilometer.
Randi menginformasikan bahwa dalam operasi tersebut unsur yang terlibat ialah Tim Rescue Pos SAR Pasaman, BPBD Pasaman Barat, Local Hero Rescue, TNI, dan warga setempat. Ia menyebut bahwa sejumlah peralatan SAR air, evakuasi, medis, dan komunikasi turut dikerahkan selama pencarian.
Randi mengatakan bahwa meningkatnya debit Sungai Batang Sikerbau menjadi kendala utama selama proses pencarian. Keberadaan buaya di sungai tersebut juga membuat tim harus ekstra berhati-hati.
















