Kabarminang – Jernihnya genangan air pada fenomena sinkhole atau tanah berlubang di Jorong Tepi, Kenagarian Situjuah Batua, Kecamatan Situjuah Limo Nagari, Kabupaten Limapuluh Kota, dipengaruhi oleh kandungan batu kapur di bawah permukaan tanah.
Air yang menggenang di dasar sinkhole tampak bening kebiruan meski sebelumnya sempat berwarna keruh kecokelatan. Kondisi tersebut menarik perhatian warga karena berbeda dengan genangan air pada umumnya yang cenderung keruh.
Ahli geologi Ade Edward menjelaskan, air bawah tanah yang keluar dari sinkhole melewati lapisan batu kapur yang mengandung kalsium karbonat (CaCO₃), sehingga mengalami proses penjernihan alami sebelum muncul ke permukaan.
“Air lumpur coklat sebelumnya dijernihkan oleh air larutan batu kapur yang bersifat koagulan, sehingga air yang keluar menjadi jernih,” kata Ade Edward.
Ia menerangkan, batu kapur mampu menetralkan muatan listrik partikel-partikel halus penyebab kekeruhan. Partikel tersebut kemudian menggumpal dan mengendap, membuat air tampak bersih dan bening.
Menurut Ade, sifat koagulasi batu kapur juga berperan dalam menghilangkan warna air serta menurunkan tingkat kekeruhan secara alami, meskipun proses tersebut sangat bergantung pada konsentrasi kapur dan waktu kontak air dengan batuan.
Meski terlihat jernih, ia mengingatkan air tersebut belum tentu layak konsumsi. Pengujian kualitas air tetap diperlukan jika air akan dimanfaatkan oleh masyarakat, terutama terkait pH dan kandungan mineralnya.
Ia juga menekankan pentingnya pengelolaan genangan air di sekitar sinkhole agar tidak mengalir bebas ke lahan pertanian warga. Pembuatan saluran pembuangan terarah dinilai perlu untuk mencegah dampak lingkungan lanjutan.















